Voices of the Marginalized: Djauharah Magazine (1923–1924) and the Empowerment of Women's Education

Nurul 'Afifah, Danil Mahmud Chaniago, Yulfira Riza

Abstract


ENGLISH: This study aims to analyze the struggle of women in the early 20th century to gain equal rights and access to education, as reflected in the Djauharah magazine (1923–1924). The magazine was initiated by Abdul Latif Syakur, an Islamic scholar from Ampek Angkek, West Sumatra, along with his daughter, Sa’diyah Syakurah, and students from his madrasah. The method used is a literature review with text analysis of the magazine’s content. The findings show that Djauharah played a crucial role in advocating for women's educational rights by criticizing societal norms that restricted women and encouraging them to pursue both worldly and religious knowledge. The magazine also encouraged women to participate actively in social struggles and national progress. The conclusion of this study reveals that Djauharah made a significant contribution to raising awareness among Muslim women about the importance of education as part of their empowerment. The implications of this study demonstrate that Djauharah became a significant platform for advancing Islamic women’s education

INDONESIAN: Studi ini bertujuan menganalisis perjuangan perempuan pada awal abad ke-20 untuk memperoleh hak dan akses pendidikan yang setara dengan laki-laki, tercermin dalam majalah Djauharah (1923–1924). Majalah ini dipelopori oleh Abdul Latif Syakur, ulama dari Ampek Angkek, Sumatra Barat, bersama putrinya, Sa’diyah Syakurah, dan murid-murid madrasah yang ia pimpin. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan analisis teks terhadap isi majalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Djauharah berperan penting dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan dengan mengkritik norma sosial yang membatasi perempuan dan mendorong mereka untuk mendidik diri dalam pendidikan duniawi dan agama. Majalah ini juga mengajak perempuan untuk berperan aktif dalam perjuangan sosial dan kemajuan bangsa. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa Djauharah berkontribusi besar dalam menyadarkan perempuan Muslim tentang pentingnya pendidikan sebagai bagian dari pemberdayaan mereka. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa Djauharah menjadi media penting dalam memajukan pendidikan perempuan Islam.


Keywords


Women; Djauharah Magazine; Women's Rights

Full Text:

PDF

References


Adam, A. (2012). Suara Minangkabau: Sejarah dan bibliografi akhbar dan majalah di Sumatera Barat. Penerbit Universiti Malaya.

Ainiyah, N. (2013). Pembentukan karakter melalui pendidikan agama Islam. Al-Ulum, 13(1), 25–38.

Amar, S. (2017). Perjuangan gender dalam kajian sejarah wanita Indonesia pada abad XIX. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 1(2), 106–119. https://doi.org/10.29408/fhs.v1i2.587

Andriana, S. (2024). Women objectification in The Last Duel (2021) film by Ridley Scott. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 1(2), 56–68. https://doi.org/10.64420/jgmds.v1i2.160

Aryani, E. I., & Lindawati, Y. I. (2025). Single parent women’s strategy in providing children’s education needs: A case study. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 2(1), 11–12. https://doi.org/10.64420/jgmds.v2i1.163

Asniah, A., Huriani, Y., & Zulaiha, E. (2023). Kesetaraan gender perspektif hukum Islam. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 13(1), 23–34. https://doi.org/10.15575/socio-politica.v13i1.25388

Atikurrahman, M., Ilma, A. A., Dharma, L. A., Affanda, A. R., Ajizah, I., & Firdaus, R. (2021). Sejarah pemberontakan dalam tiga bab: Modernitas, belasting, dan kolonialisme dalam Sitti Nurbaya. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.15642/suluk.2021.3.1.1-22

Azwar, W. (2018). Women in the “kerangkeng” of tradition: The study on the status of women in Minangkabau. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(2), 369–385. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v10i2.2368

Bahri, A. (2015). Perempuan dalam Islam (Mensinerjikan antara peran sosial dan peran rumah tangga). Jurnal Al-Maiyyah, 8(2), 179–199.

Blackburn, S. (2004). Women and the state in modern Indonesia. Cambridge University Press.

Deliani, N., Khairat, N., & Muslim, K. L. (2019). Gerakan emansipasi Ruhama Kudus dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan perempuan di Minangkabau. HUMANISMA: Journal of Gender Studies, 3(2), 170–180. https://scholar.uinib.ac.id/id/eprint/1667

Haikal, R., & Kholid, A. (2023). Analisis interpretasi gender dalam Al-Qur’an: Kajian atas buku “Argumen kesetaraan gender dalam Al-Qur’an” karya Nasaruddin Umar. Jurnal Madaniyah, 13(2), 274–293. https://doi.org/10.58410/madaniyah.v13i2.801

Hanani, S. (2011). Rohana Kudus dan pendidikan perempuan. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 10(1), 37–47. https://doi.org/10.24014/marwah.v10i1.484

Hanani, S. (2018). Women’s newspapers as Minangkabau feminist movement against marginalization in Indonesia. Global Journal al Thaqafah, 8(2), 75–83. https://doi.org/10.7187/GJAT122018-7

Herlina, N. (2020). Metode sejarah. Satya Historika. http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/6127

Herman, M. (2022). Kajian teoritis Bundo Kanduang simbol kesetaraan gender berdasarkan Islam dan Minangkabau. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 21(2), 93–105. https://doi.org/10.24014/marwah.v21i2.14039

Hidayah, R. R. (2024). Gender discourse analysis of cyberfeminism’s resistance to women’s marginalization on the Magdalene.co page. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 1(1), 24–34. https://doi.org/10.64420/jgmds.v1i1.66

Indrayani, D., Legiati, T., & Hidayanti, D. (2019). Kelas ibu balita meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam stimulasi tumbuh kembang. Jurnal Kesehatan Prima, 13(2), 115–121. https://doi.org/10.32807/jkp.v13i2.240

Jones, B. A. B. (2020). Narrating intimate violence in public texts: Women’s writings in the Sumatran newspaper Soenting Melajoe. In Gender, Violence and Power in Indonesia (pp. 19–38). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003022992

Kasir, I. (2016). Emansipasi wanita dan kesetaraan gender dalam pandangan Islam. Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 1(1), 14–36.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. PT Bentang Pustaka.

Laksono, A. D. (2018). Apa itu sejarah: Pengertian, ruang lingkup, metode, dan penelitian. Derwati Press.

Muthoifin, A., & Wachidah, N. (2017). Pemikiran Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan perempuan dan relevansinya terhadap pendidikan. PROFETIKA, 18(1), 36–47.

Nofa, Y. (2021). Haji Abdul Latif Syakur (1299 H-1383 H/1882-1963 M) pemikiran, wacana, dan gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau abad XX (1st ed.). Sakata Cendikia. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/65857

Nofa, Y., & Jie, L. (2023). Contribution of Haji Abdul Latif Syakur in modernizing Islamic education. Darussalam: Journal of Psychology and Educational, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.55849/djpe.v2i1.30

Nurmadani, N., Darmawan, M. R., & Danny, F. (2025). Gender dalam perspektif aliran feminisme: Analisis wacana tentang hakikat dan kedudukan perempuan. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 2(2), 142–152. https://doi.org/10.64420/jgmds.v2i2.380

Nurman, S. N. (2019). Kedudukan perempuan Minangkabau dalam perspektif gender. Jurnal Al-Aqidah, 11(1), 90–99. https://doi.org/10.15548/ja.v11i1.911

Okoye, C. O., Okolie, E. Q., & Abonyi, A. U. (2025). Key issues in addressing trafficking in women and children in Nigeria. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 2(1), 23–44. https://doi.org/10.64420/jgmds.v2i1.166

Putri, S. M. (2018). Perempuan dan modernitas perubahan adat perkawinan Minangkabau pada awal abad ke-20. Gre Publishing.

Radjab, M. (2019). Semasa kecil di kampung. Balai Pustaka and Kepustakaan Populer Gramedia.

Riza, Y. (2021). Majalah “Djauharah” dan manuskrip Al Mu’āsyarah: Eksistensi gender dalam masyarakat Minangkabau awal abad ke-20. In P. Wahyuni, A. Irma, & S. Arifin (Eds.), Perempuan: Perempuan dan media (1st ed., Vol. 2, pp. 255–283). Syiah Kuala University Press. https://scholar.uinib.ac.id/id/eprint/1275

Riza, Y. (Ed.). (2024). Naskah al-Mu’asyarah dan rekonstruksi gender awal abad XX di Minangkabau (Vol. 2). Perpusnas Press.

Rufaedah, E. A. (2020). Peranan pendidikan agama dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak-anak. Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 1(1), 8–25. https://doi.org/10.31943/counselia.v1i1.2

Sari, S. R. (2016). Dari kerajinan Amai Setia ke Soenting Melayoe strategi Rohana Kuddus dalam melawan ketertindasan perempuan di Minangkabau. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 6(2), 235–250. https://doi.org/10.15548/jk.v6i2.148

Scott, J. W. (1986). Gender: A useful category of historical analysis. The American Historical Review, 91(5), 1053–1075. https://doi.org/10.1086/ahr/91.5.1053

Silitonga, W., Syahfitri, A., Hasibuan, J., & Septia, C. (2025). Kesetaraan atau hierarki?: Menafsir peran gender dalam perspektif keagamaan. Journal of Gender and Millennium Development Studies, 2(1), 45–53. https://doi.org/10.64420/jgmds.v2i1.164

Susilo, A., & Isbandiyah, I. (2018). Politik etis dan pengaruhnya bagi lahirnya pergerakan bangsa Indonesia. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 403–416. https://doi.org/10.24127/hj.v6i2.1531

Syakurah, S. (1992). Riwayat saja Sa’dijah Sjakurah sejak dilahirkan.

Telaumbanua, Y., & Marbun, R. C. (2025). Konsep gender: Antara konstruksi sosial dan biologis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 31–34.

Ulaini, N., & Handayani, S. (2023). Pendidikan perempuan di Minangkabau pada era politik etis (1901-1942). Tarikhuna: Journal of History and History Education, 5(2), 116–130. https://doi.org/10.15548/thje.v5i2.7339

Warnis, N., Kustati, M., Hallen, & Triana, H. W. (2018). Feminisme pada masyarakat matrilineal di Minangkabau: Gerakan penyadaran kesetaraan dan keadilan gender dalam lintasan sejarah dan kekinian. Integrasi Nusa Maritim dan Penguatan Jalinan Kebinekaan Alam Melayu di Asia Tenggara, 2, 773–782.

Wendry, N., Hidayat, A. T., Ananda, Y., Azizah, F. P., & Hasan, M. A. (2024). Articulation of hadith in Minangkabau socio-religious contexts: A study on the collection of speeches by Sheikh Abdul Lathif Syakur (1882-1963). Millah: Journal of Religious Studies, 23(2), 551–578. https://doi.org/10.20885/millah.vol23.iss2.art2

Yanti, R. M. (2017). Lahirnya pergerakan perempuan Minangkabau pada awal abad XX. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 7(2), 147–158. https://doi.org/10.15548/jk.v7i2.179

Yati, R. M. (2020). Perempuan Minangkabau dalam dunia pers di Sumatra’s Westkust. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 142–161. https://doi.org/10.36706/jc.v9i2.11293




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga.v7i2.10040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nurul 'Afifah, Danil Mahmud Chaniago, Yulfira Riza

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

LICENSE TERMS: 

 Creative Commons License
Jurnal Hawa: Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak. This is published by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu and distributed with the permission below Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Disclaimer: Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak articles published by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu have been previewed and authenticated by the Authors before publication. The Journal, Editor and the editorial board are not entitled or liable to either justify or responsible for inaccurate and misleading data if any. It is the sole responsibility of the Author concerned. Read our Plagiarism Policy and use of this site signifies your agreement to the Terms of Use.

Journal Publishing Office Location:

Pusat publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno BengkuluLPP2M Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Address: Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211, Bengkulu, Sumatra Indonesia. Email: hawa@mail.uinfasbengkulu.ac.id