Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia: Strategi Memperkuat Identitas Bangsa

Tri Santoso, Hari Kusmanto, Meydika Triyan Kusuma, Nindy Muji Utami

Abstract


Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia menuju pengakuan oleh UNESCO dan (2) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia pasca bahasa Indonesia diakui oleh UNESCO. Metode penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa perencanaan kebijakan pemerintah di JDIH dari RPJP, RPJM, hingga Rencana Kerja Pemerintah tahunan yang mendukung upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa kebijakan pemerintah dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebelum diakui UNESCO, kebijakan bahasa Indonesia berfokus pada (a) penguatan statusnya sebagai bahasa resmi negara dan alat komunikasi nasional, (b) pemerintah juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan daya saing bahasa Indonesia di tingkat internasional, seperti pengembangan laboratorium kebhinekaan bahasa, diplomasi budaya, serta pengajaran BIPA, (c) upaya perlindungan terhadap bahasa daerah juga mulai diperkuat dengan program revitalisasi, peningkatan jumlah penutur muda, serta pengembangan pendidikan sastra di berbagai komunitas. 2) Setelah diakui UNESCO, kebijakan bahasa mengalami penguatan dalam cakupan yang lebih luas. Fokus utama bergeser ke arah (a) penginternasionalan bahasa Indonesia, (b) penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, dan (c) pelestarian bahasa daerah secara lebih sistematis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra juga semakin memperkuat identitas bangsa dalam kebijakan terbaru. Implikasi penelitian ini bahasa Indonesia setelah pengakuan UNESCO menunjukkkan arah kebijakan pemertahanan dan pemartabatan bahasa menuju internasionalisasi, penguatan litrerasi, dan penguatan identitas bahasa daerah sebagai identitas bangsa.

Keywords


Identitas bangsa; kebijakan publik; pemartabatan bahasa; pemertahanan bahasa

References


Affrian, R. (2012). Kebijakan Publik. Semarang: Widya Karya.

Alcántara, A. C., Sánchez-Martí, A., & Rovira, J. P. (2023). Languages of origin and education in Europe: A systematic review. European Journal of Education, 58(1), 151–165. https://doi.org/10.1111/ejed.12537

Aljarelah, A. K. (2024). Language and International Communication the Impact of Language on International Understanding and Diplomatic Relations. The American Journal of Social Science and Education Innovations, 6(6), 144–175. https://doi.org/10.37547/tajssei/volume06issue06-23

Anggara, S. (2014). Kebijakan Publik. Pustaka Setia.

Craith, M. N., & McDermott, P. (2025). Language as Intangible Cultural Heritage Living Repositories of Knowledge for Tackling Climate Change. Anthropological Journal of European Cultures, 34(1), 63–79. https://doi.org/10.3167/ajec.2025.340107

Dennison, E. J., Rusnalasari, Z. D., Marselina, S., & Raflis. (2025). Language Ideologies and Policy Development: Navigating Identity, Education, and Globalization Evans. Lingua: Journal of Linguistics and Language, 3(1), 62–76.

Dewi, D. S. K. (2019). Buku Ajar Kebijakan Publik. UM Jakarta Press.

Dye, T. R. (2013). Unsrstanding public policy. Pearson Education, Inc.

Firman, M., & Suhendra. (2019). Pemartabatan bahasa indonesia ragam tulis pada ruang publik: sebaai kontestasi pasar dan penegakkan peraturan penggunaan bahasa. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 1381–1390.

Fishman, J. A. (1968). Sociolinguistics: Proceedings of the UCLA sociolinguistics conference 1964: William Bright (ed.) Janua Linguarum, Series Maior 20. Mouton & Co., The Hague, Paris 1966. 324 pp. price: f 52. Lingua, 19(3–4), 428–432.

Goldin, M. G. (1985). The sociolinguistics of society. JSTOR.

Herliani, Y. (2019). Peningkatan Martabat Bahasa Indonesia Dengan Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah Di Smk Profita Bandung. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan , 1, 1018–1024.

Jany, C. (2018). The role of new technology and social media in reversing language loss. Speech, Language and Hearing, 21(2), 73–76. https://doi.org/10.1080/2050571X.2017.1368971

Jazeri, M., & Maulida, S. Z. (2018). Hambatan dan Harapan Pemartabatan Bahasa Indonesia. Indonesian Language Education and Literature, 4(1), 52. https://doi.org/10.24235/ileal.v4i1.2493

Khan, M. A., & Zaki, S. (2022). Corpus Assisted Critical Discourse Analysis of Pakistan’s Language Education Policy Documents: What are the Existing Language Ideologies? Sage Open, 12(3), 21582440221121804.

Kusyani, D. (2022). Pemertahanan Bahasa Indonesia terhadap Pengaruh Bahasa Asing pada Era Society 5.0. Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(2), 134–142.

Liddicoat, A. J., & Taylor-Leech, K. (2021). Agency in language planning and policy. Current Issues in Language Planning, 22(1–2), 1–18. https://doi.org/10.1080/14664208.2020.1791533

Mahapatra, S. K., & Anderson, J. (2023). Languages for learning: a framework for implementing India’s multilingual language-in-education policy. Current Issues in Language Planning, 24(1), 102–122. https://doi.org/10.1080/14664208.2022.2037292

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook Edition 3. United States of America. https://doi.org/10.1192/bjp.111.479.1009-a

Moutinho, R., & Carlos Paes de Almeida Filho, J. (2015). The role of language teachers as cultural diplomats. Multicultural Education Review, 7(1–2), 85–98. https://doi.org/10.1080/2005615X.2015.1061920

Naveed, H., Mehdi, M., & Bhar, S. K. (2025). Linguistic Genocide of Indigenous Languages in Pakistan and India: A Comparative Analysis of Language Policies and Practices. Forum for Linguistic Studies, 7(9), 698–720.

Nic Craith, M., & McDermott, P. (2025). Language as Intangible Cultural Heritage: Living Repositories of Knowledge for Tackling Climate Change. Anthropological Journal of European Cultures, 34(1), 63–79.

Nick, I. M., & Tent, J. (2017). Guest Editorial. Names, 65(4), 190–193. https://doi.org/10.1080/00277738.2017.1369740

Paryono, Y. (2013). Peran strategis media massa dalam pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia. Madah, 4(2), 163–173.

Paryono, Y. (2018). Tantangan Pemartabatan Bahasa Indonesia Di Ruang Publik Di Surabaya, Jawa Timur. Kongres Bahasa Indonesia, 1–11.

Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik. Penerbit Alfabeta.

Poudel, P. P., & Choi, T. H. (2022). Discourses shaping the language-in-education policy and foreign language education in Nepal: an intersectional perspective. Current Issues in Language Planning, 23(5), 488–506. https://doi.org/10.1080/14664208.2021.2013063

Pratana, S. (2002). Sosiolinguistik. Pustaka Pelajar.

Ummah, M. S. (2019). Harnessing Cultural Diplomacy Through Teaching/Learning English as a Foreigh Language. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.

Wijana, D. P. (2018). Pemertahanan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Widyaparwa, 46(1), 91–98. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i1.166

Yani, P. (2013). Peran Strategis Media Massa dalam Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Madah, 4(2), 163=173. https://doi.org/10.11113/jt.v56.60




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v8i1.7668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Tri Santoso

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id

Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed by:


DISASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini diterbitkan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0)