Fenomena Penundaan Perkawinan oleh Wanita Karir ditinjau dari Hukum Islam (Studi di Kecamatan Medan Kota)

Putri Zaronah, Milhan Milhan

Abstract


Abstract: This study examines the practice of marriage postponement among career women in Medan Kota District and analyzes it from an Islamic legal perspective. The issues discussed are the factors driving marriage postponement and how these reasons are positioned within Islamic legal considerations. This study uses a qualitative approach with an empirical normative design. Data were obtained through interviews, observations, and document reviews, then analyzed descriptively and interpretively to connect field findings with relevant Islamic legal concepts. The results indicate that marriage postponement is generally influenced by an orientation toward economic stability, self-development, educational attainment, and work demands and family expectations. Under Islamic law, marriage postponement is not automatically prohibited, but it becomes problematic when it triggers a violation of religious ethical boundaries or opens up the risk of greater harm. Therefore, marriage postponement can be viewed as a permissible choice if it is based on rational considerations, accompanied by the ability to protect oneself, and directed toward achieving benefits and preventing harm.

Keywords: marriage postponement, career women, Islamic law, Medan Kota, empirical normative.

 

Abstrak: Penelitian ini mengkaji praktik penundaan perkawinan pada wanita karier di Kecamatan Medan Kota serta menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam. Masalah yang dibahas adalah faktor-faktor yang mendorong penundaan perkawinan dan bagaimana alasan tersebut diposisikan dalam pertimbangan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain normatif empiris. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, lalu dianalisis secara deskriptif interpretatif untuk menghubungkan temuan lapangan dengan konsep-konsep hukum Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan perkawinan umumnya dipengaruhi oleh orientasi pada stabilitas ekonomi, pengembangan diri, pencapaian pendidikan, dan tuntutan kerja serta ekspektasi keluarga. Dalam hukum Islam, penundaan perkawinan tidak otomatis terlarang, namun menjadi bermasalah ketika memicu pelanggaran batas etika agama atau membuka risiko kerusakan yang lebih besar. Karena itu, penundaan perkawinan dapat dipandang sebagai pilihan yang dibolehkan apabila didasarkan pada pertimbangan yang rasional, disertai kemampuan menjaga diri, dan diarahkan pada tercapainya kemaslahatan serta pencegahan kemudaratan.

Kata Kunci: penundaan perkawinan, wanita karier, hukum Islam, Medan Kota, normatif empiris.


Keywords


penundaan perkawinan; wanita karier; hukum Islam; Medan Kota; normatif empiris

Full Text:

PDF

References


Al-Ghazali. Ihya’ Ulumuddin. Vol. 1. Beirut: Darul Fikr., 1996.

Asokawati, Dewinta, and Zain Arfin Utama. “Problematika Waithood Sebagai Upaya Kontrol Sosial Terhadap Persoalan Perkawinan Dalam Menekan Angka Kemiskinan.” Judge : Jurnal Hukum 5, no. 2 (2024): 315–28.

Azra, A. Islam Substantif: Agar Umat Tidak Jadi Buih. Mizan, 2010.

Creswell, J. W., and C. N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches (4th Ed.). Sage, 2018.

Dete, Maria Erdila, Martalian Odi, Genoveva Jawa, and Yohanes Wilson B Lena Meo. “Dampak Belis Terhadap Penundaan Perkawinan Dan Hidup Bersama Tanpa Ikatan Resmi : Perspektif Familaris Consortio.” Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora 5, no. 1 (2024): 48–55. https://doi.org/10.56393/rhizome.v5i1.2651.

Fakih, A. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar, 2013.

Firdausiyah, Vita. “Revisiting Marriage Laws and Islamic Jurisprudence on Raising the Minimum Age in Indonesia.” Jurnal Hukum Islam, 2025.

Gui, Tianhan. “Coping With Parental Pressure to Get Married: Perspectives From Chinese ‘Leftover Women.’” Journal of Family Issues 44, no. 8 (2023): 2118–37. https://doi.org/10.1177/0192513X211071053.

Gui, Tianhan. “‘Leftover Women’ or Single by Choice: Gender Role Negotiation of Single Professional Women in Contemporary China.” Journal of Family Issues 41, no. 11 (2020): 1956–78. https://doi.org/10.1177/0192513X20943919.

Hidayah, Ahdiyatul, and Mahfuzah Mahfuzah. “Analisis Yuridis dan Hukum Islam Program Pendewasaan Usia Perkawinan di DPPKB Kabupaten Hulu Sungai Utara.” Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) 8, no. 1 (2025): 121–41. https://doi.org/10.29313/tahkim.v8i1.8183.

Kementerian Agama RI. Al-Quran Terjemahan Kementerian Agama RI. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI, 2019.

Khallaf, A. W. Ilmu Ushul Al-Fiqh. Dar Al-Qalam, 1978.

Al-Ghazali. Ihya’ Ulumuddin. Vol. 1. Beirut: Darul Fikr., 1996.

Asokawati, Dewinta, dan Zain Arfin Utama. “Problematika Waithood Sebagai Upaya Kontrol Sosial Terhadap Persoalan Perkawinan Dalam Menekan Angka Kemiskinan.” Judge : Jurnal Hukum 5, no. 2 (2024): 315–28.

Azra, A. Islam substantif: Agar umat tidak jadi buih. Mizan, 2010.

Creswell, J. W., dan C. N. Poth. Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage, 2018.

Dete, Maria Erdila, Martalian Odi, Genoveva Jawa, dan Yohanes Wilson B Lena Meo. “Dampak Belis Terhadap Penundaan Perkawinan Dan Hidup Bersama Tanpa Ikatan Resmi : Perspektif Familaris Consortio.” Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora 5, no. 1 (2024): 48–55. https://doi.org/10.56393/rhizome.v5i1.2651.

Fakih, A. Analisis gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar, 2013.

Firdausiyah, Vita. “Revisiting Marriage Laws and Islamic Jurisprudence on Raising the Minimum Age in Indonesia.” Jurnal Hukum Islam, 2025.

Gui, Tianhan. “Coping With Parental Pressure to Get Married: Perspectives From Chinese ‘Leftover Women.’” Journal of Family Issues 44, no. 8 (2023): 2118–37. https://doi.org/10.1177/0192513X211071053.

Gui, Tianhan. “‘Leftover Women’ or Single by Choice: Gender Role Negotiation of Single Professional Women in Contemporary China.” Journal of Family Issues 41, no. 11 (2020): 1956–78. https://doi.org/10.1177/0192513X20943919.

Hidayah, Ahdiyatul, dan Mahfuzah Mahfuzah. “Analisis Yuridis dan Hukum Islam Program Pendewasaan Usia Perkawinan di DPPKB Kabupaten Hulu Sungai Utara.” Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) 8, no. 1 (2025): 121–41. https://doi.org/10.29313/tahkim.v8i1.8183.

Kementerian Agama RI. Al-Quran Terjemahan Kementerian Agama RI. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI, 2019.

Khallaf, A. W. Ilmu ushul al-fiqh. Dar Al-Qalam, 1978.

Lari, Noora. “Toward Marriage Sustainability: Impacts of Delayed Marriages in Qatar.” Cogent Social Sciences 8, no. 1 (2022): 2083480. https://doi.org/10.1080/23311886.2022.2083480.

Marphatia, Akanksha A., Naomi M. Saville, Gabriel S. Amable, dkk. “How Much Education Is Needed to Delay Women’s Age at Marriage and First Pregnancy?” Frontiers in Public Health 7 (Januari 2020): 396. https://doi.org/10.3389/fpubh.2019.00396.

Nurviana, D., dan W. Hendriani. erempuan milenial dan penundaan pernikahan di kota besar. Universitas Sumatera Utara Press., 2021.

Qudamah, Ibnu. Al-Mughni fi Fiqh al-Imam Ahmad ibn Hanbal al-Mashhur bi al-Mughni. Pembahasan Tentang: Tentang Walimah, Mempergauli Istri, Khulu, Rujuk, Illa 10. Pustaka Azzam, 2022.

Rafliyanto. “Menimbang Moralitas dan Rasionalitas: Studi Kritis Fenomena Tren Nikah Muda dan Penundaan Perkawinan melalui Perspektif Maqashid Syariah dan Teori Tindakan Sosial Max Weber.” Jurnal Restorasi Hukum 8, no. 1 (2025): 134–66. https://doi.org/10.14421/v16nh673.

Rahman, F. Peran perempuan dalam ekonomi Islam: Telaah historis dan kontekstual. Prenada Media Grup, 2016.

Repi, Andhika Alexander, dan Nadia Evangelista Maliombo. “Karir atau Hubungan, Manakah Pilihanku? Pengambilan Keputusan Menikah Pada Wanita Karir.” Psychopreneur Journal 6, no. 2 (2022): 60–75. https://doi.org/10.37715/psy.v6i2.2687.

Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah Jilid II , terj. Muhammad Thalib. Pena Pundi Aksara, 2007.

Shihab, Quraish. Perempuan: Dari cinta sampai seks, dari nikah mut‘ah sampai nikah sunnah. Lentera Hati, 2013.

Syatibi, A. I. Al-muwafaqat fi ushul al-syari‘ah. Dar Al-Ma‘rifah, 2003.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan [sebagaimana diubah dengan UU No. 16 Tahun 2019], Legis. No. LN 1974/1; TLN 3019; LN 2019/186; TLN 6401, UU 1/1974 jo. UU 16/2019 (2019).

Utomo, Ariane, dan Oki Rahadianto Sutopo. “Pemuda, Perkawinan, dan Perubahan Sosial di Indonesia.” Jurnal Studi Pemuda 9, no. 2 (2020): 77. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.60144.

Yanti, Silvia Rahma dan Nasrulloh. “Konsep Wanita Karier Era 4.0 Persepktif Al-Qur’an.” Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 3, no. 2 (2024): 175–87. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v3i2.200.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v10i2.10688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
qiyas@mail.uinfasbengkulu.ac.id

Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kec. Selebar Kel. Pagar Dewa Kota Bengkulu
(0853-8130-5810)

Indexing by :

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.