LITERASI MEDIA KHALAYAK DI ERA KEBERLIMPAHAN INFOMASI DI MEDIA MASSA

Robeet Thadi

Abstract


Era keberlimpahan informasi persoalan telah bergeser, dari sulitnya mencari
informasi menjadi sulitnya menyaring informasi. Tulisan ini bertujuan
menjelaskan urgensi literasi media khalayak di tengah keberlimpahan informasi
yang disuguhkan mediamassa.Literasi media merupakansebuah konsep tentang
cara-cara masyarakat mempertanyakan apa yang ditonton, dicermati, dibaca dan
diproduksi dari media. Literasi media diperlukan agar masyarakat sebagai
khalayak media memiliki otoritas untuk secara aktif memilah dan memilih
tayangan media, sehingga apabila terdapat sajian yang hanya menonjolkan
sensasi, maka khalayak bisa menolaknya.Lebih dari itu, khalayak yang ‘melek
media’ bisa memberikan punishment kepada media yang bersangkutan dengan
tidak menontonnya atau beralih ke tayangan lain. Khalayak dapat melakukan
kontrol terhadap isi media secara kritis dan cerdas sehingga dapat mendeteksi
adanya propaganda, kepentingan tertentu atau bias dalam tampilan media.


Keywords


Literasi media, informasi, khalayak

Full Text:

PDF

References


Griffin, Picturing America’s “war on terrorism” in Afghanistan and Iraq: Photographic

motifs as news frames. Journalism, (2004), 5(4), 381–402.

iiApriadi Tamburaka, Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa, (Jakarta:

Rajawali Press, 2013), hlm. 7

iiiJ.W Potter, Media Literasi, (New York: Sage, 2013), hlm. 4

ivJ.W Potter, hlm. 38

vStanly J. Baran, Pengantar Komunikasi Massa: Literasi Media dan Budaya, (Jakarta: Salemba

Humanika, 2011), hlm. 32

viElvinaro Ardianto, dkk., Komunikasi Massa: Suatu Pengantar, (Bandung: Simbiosa

Rekatama Media, 2004), hlm. 215

viiBurhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, (Jakarta:

Kencana, 2008), hlm. 25

viiiBurhan Bungin, hlm. 27

ixDavid, C., & Hoynes, W.. Media society (3rd ed.), (London: Pine Forge Press, 2003), hlm,

xBuckingham, D. Media education in the UK: Moving beyond protectionism. Journal of

Communication, 48(1), (1998) hlm. 33–43. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1998.tb02735.x

xiPotter, J.W., Theory of media literacy: A cognitive approach, (London and New York: SAGE

Publications, 2004).

xiiAustin, E.W., & Meili, H.K., Effects of interpretations of televised alcohol portrayals on

children’s alcohol beliefs. Journal of Broadcasting & Electronic Media, (1994), 38(4), 417–435.

https://doi.org/10.1080/08838159409364276.

xiiiSeverin, W.J., & Tankard, J.W., Communication theories, (Priscilla McGeehon, Ed.) (5th ed.),

(New York: Addison Wesley Longman, 2010).

xivS. Wirawan, Psikologi Prasangka, (Jakarta: Grafindo Persada, 2006).

xvIntania Purwaningtias, Model-model Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia,

(Yogyakarta: UII, 2013), hlm. 16

xviStanly J. Baran, Pengantar Komunikasi Massa: Literasi Media dan Budaya, (Jakarta: Salemba

Humanika, 2011), hlm. 56-58

xviiIntania Purwaningtias, Model-model Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia,

(Yogyakarta: UII, 2013), hlm. 80

xviiiApriadi Tamburaka, Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa, (Jakarta:

Rajawali Press, 2013), hlm. 17

xixPotter,W.J, Media Literacy. (Upper Sadler River NJ: Prentice Hall, 2005), hlm. 44-49

xxRahayu. Muslim Families Mediating Children’s Television and Internet Use in Indonesia.

Global Science and Technology Forum (GSTF) Journal on Media and Communication, (2013), hlm. 40

xxiIntania Purwaningtias, dkk., Model-model Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia,

(Yogyakarta: UII, 2013), hlm. 84




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/syi'ar.v19i1.10538

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :