KONSELOR DALAM PENGUATAN NILAI DAN MORAL: STRATEGI MEMBENTUK GENERASI RELIGIUS

M. Nikman Naser

Abstract


Pendidikan moral sangat penting bagi peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan, emosi dan spiritual. Nilai dan moral peserta didik perlu diperhatikan karena pendidikan di sekolah sangat berperan dalam mendukung pengembangan peserta didik. Menulis bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru dan konselor untuk menanamkan pentingnya nilai-nilai moral dan peserta didik. Siswa sering melakukan tindakan yang melanggar nilai dan moral. Pendidikan moral yang bertujuan menjaga peserta didik melakukan perbuatan yang salah sesuai dengan norma yang ada di masyarakat, kemerosotan moral bangsa bahwa Indonesia sangat baik dengan jumlah remaja yang tinggi, sex bebas, maraknya penggunaan obat-obatan terlarang, terjadi perkelahian antar siswa. Strategi ini dilakukan dengan keberadaan, tanggung jawab, dan bagaimana kepercayaan dan praktik terhadap nilai-nilai itu perlu diperkuat. Lingkungan dan teman sebaya mempengaruhi nilai-nilai moral keagamaan dalam kehidupan. Konselor dalam hal memberikannya peran dalam membentuk cara berpikir, berperilaku, dan bertindak kepada peserta.

Keywords


Peran konselor, penguatan nilai, moral, agama.

Full Text:

PDF

References


Allen, Donal, Rebecca F. Guy, Charles K. Edgley, Social Psychology as a Social Proces, (California: Wodworten Publishing Company, 1980Ginanjar Agustian, Ary, Peran ESQ dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan. Pidato dies natalis ke-44 Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta: UNY Press, 2008.

Anderson, D dan Worthen, D. Exploring A Fourth Dimension: Spirituality As A Resource for The Couple Therapist. Journal of Marital and Family Therapy, Vol. 23, No. 1, 1997.

Azizah, Nur, Perilaku Moral dan Religiusitas Siswa Berlatar Belakang Pendidikan Umum dan Agama. Jurnal Psikologi, Vol. 33, No. 2, 2016.

Fraenkel, Jack R, How to Teach About Values: An Analytic Approach, Prentice Hall, Inc., New Jersey, 1977.

Frame, M. W. A Social Constructionist Approach to Counseling Religious Couples. The Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families, Vol. 4, 1996.

Gibson, Robert L dan Mitchell H. Marianne, Bimbingan dan Konseling, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Hurlock, Elizabeth B, Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga, 1990.

Kosasih, Djahiri. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, 1996.

Koyan, I Wayan, Pendidikan Moral Lintas Budaya,Jakarta: Dirjen Dikti, Depdiknas, 2000.

Kurtines, W. W dan Gerwitz, J. L. Moralitas, Perilaku Moral, dan Perkembangan Moral. Penerjemah: M.I. Soelaeman. Jakarta: UI Press, 1992.

Lickona, Thomas, Educating for Character, Jakarta: Bumi Aksara 2015

Peterson, Candida C. dan Michael Siegal, Mindreading and Moral Awareness in Popular and Rejected Preschoolers, The British Journal of Developmental Psychology, Vol. 20, No. 2, 2005.

Prayitno dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Richards, P. S, dan Bergin, A. E. A spiritual strategy for counseling and psychotherapy. Washington, DC: American Psychological Association, 1997.

Rogers, Doroty, The Psychology of Adolescence. New Jersey: Prentice Hall, 1977.

Stander, V, Piercy, F, Mackinnon, D., dan Helmeke, K, Spiritually, Religion and Family Therapy: Competing or Complementary Worlds. American Journal of Family Therapy, Vol. 22, No. 1 1994.

Tan, S. Y. Integrating Spiritual Direction Into Psychotherapy: Ethical Issues and Guidelines. Journal of Psychology and Theology, 31, 2003.

Wolf, C dan Stevens, P, Integrating Religion and Spirituality In Marriage and Family Counseling. Counseling and Values, Vol. 46, No. 1, 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/syi'ar.v19i1.10534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :