Pemikiran Tasawuf Nasarudin Umar dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat Urban
Abstract
Abstract: This study explores Nasaruddin Umar’s modern Sufi thought, emphasizing wasathiyah (moderation), contextual spirituality, and the integration of inner ethics with social engagement. Rejecting escapist mysticism, Umar promotes practical Sufism that harmonizes spiritual consciousness (ihsan) with social transformation. Using a library research approach based on his work Tasawuf Modern, the study finds that Umar’s Sufism addresses urban issues such as alienation, materialism, and social disconnection by fostering inner peace, tolerance, interfaith dialogue, and community empowerment through religious institutions. Ultimately, his thought represents a model of practical and socially relevant Sufism for contemporary urban life.
Keywords: Modern Sufism, Nasaruddin Umar, urban society, public religiosity, social cohesion.
Abstrak: Artikel ini mengkaji pemikiran tasawuf modern Nasaruddin Umar yang menekankan moderasi (wasathiyah), relevansi sosial, dan etika spiritual dalam kehidupan modern. Menolak tasawuf yang bersifat eskapistis, Umar menawarkan sufisme praktis yang menggabungkan dimensi batin (ihsan) dengan transformasi sosial. Melalui studi pustaka terhadap karya Tasawuf Modern dan referensi terkait, penelitian ini menemukan bahwa pemikiran Umar relevan dalam menjawab tantangan masyarakat urban seperti alienasi, materialisme, dan disintegrasi sosial. Tasawuf menjadi sarana menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat etika sosial dan toleransi, serta mendorong peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, tasawuf Umar merepresentasikan paradigma sufisme praktis yang relevan bagi kehidupan urban kontemporer.
Kata kunci: Tasawuf modern, Nasaruddin Umar, masyarakat urban, religiositas publik, kohesi sosial.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Hossein Nasr Seyyed. “Problematika Krisis Spiritual Manusia Kontemporer”. Yogyakarta: DIVA Press. 2022.
Nataatmadja Hidayat. “Krisis Manusia Modern”. Surabaya: Al Ikhlas. 1994.
Levine Peter. “Nietzsche: Krisis Manusia Modern”, Diterjemahkan oleh Ahmad Sahidah, Cetakan ke- 1. Yogyakarta: IRCiSoD. 2002.
Frager Robert. “Obrolan Sufi untuk Transpormasi Hati, Jiwa, dan Ruh”. Diterjemahkan dari Sufi Talks: Teaching of American Sufi Sheikh, Oleh Hilmi Akmal. Jakarta: Zaman. 2013.
Mz Labib.“Memahami Ajaran Tashawwuf”. Surabaya: Tiga Dua. 2000.
Mulyati Sri. “Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka”. Jakarta: kencana. 2006.
Ismail Asep Usman.“Apakah Wali Itu Ada?” . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005.
Wahyuni Muhamad Nafis. “Cak Nur, Sang Guru Bangsa - Biografi Pemikiran Prof. Dr. Nurcholish Madjid”. Kompas Penerbit Buku. 2015.
Syakur Buya Yasin. “Berbagi kebahagiaan: Mengenal Maqam-maqamTasawuf”, Cet. 1 .Tangerang Selatan: Pustaka Iman. 2021.
Anwar Rusydie.“Tokoh Peradaban, Gus Baha: Embun Kesejukan Islam di Padang Gersang”. Jakarta: Laksana. 2019.
Arrazy Hasyim. “Teologi Sufisme Nusantara: Kajian atas Naskah-naskah Tasawuf Nusantara Klasik”. Tangerang Selatan: Pustaka Iman. 2023.
Komaruddin Didin. “Konsep Tasawuf Modern dalam Pemikiran Nasaruddin Umar”. Fakultas UIN Sunan Gunung Djati, Bandung: Syifa al-Qulub, Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik. 2019.
Umar Nasaruddin. “Tasawuf Modern (Jalan Mengenal dan Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT”. Jakarta:Republika. 2014.
Halim Abdul Mahmud. Tasawuf di Dunia Islam. Bandung: CV Pustaka Setia. 2002.
Abu al-Qasim Abd al-KarimHawazin al-Qusyairi al- Naisaburi. Risalah Qusyairiyah, Sumber Kajian Ilmu Tasawuf .Judul asli, ar- Risālat al-Qusyairiyyah fī Ilmi al-Tashawwuf, Peny. Umar Faruq, Ed. Achmad Ma‘ruf Ansrori. Jakarta: Pustaka Amani. 2002.
Abu al-Wafa al-Ghanimi al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke Zaman,Penj: Ahmad Rofi‘ Utsmani dari Judul Asli Madkhal ila at-Tashawwuf al-Islâm. Bandung: Pustaka. 1997.
Basiyuni Ibrahim, Nasya‟at at- Tashawwuf al-Islami,(Mesir: Daar al- Ma‘arif ,tt)
Salim Bahreisy, Terjemah al-Hikam. Surabaya: Balai Buku. 1980.
Tasmara Toto, Kecerdasan Ruhaniah; (Transcentental Intelligence);Membentuk Kepribadian yang Bertanggung Jawab, Profesional, dan Berakhlak, ( Jakarta: Gema Insani. 2001.
Mujtaba Sayyid Musawi Lari, Meraih Kesempurnaan Spiritual, (Bandung : Pustaka Hidayah, 1999.
Ian Marshall dan Danah Zohar, SQ, Bandung: Mizan , 2001.
Sulaiman Umar Al-Asyqar, Ciri-ciri Kepribadian Muslim, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 1996.
al-Qardhawi Yusuf, Islam Peradaban Masa Depan Jakarta Timur : Pustaka al-Kautsar, 1995.
Nasution Harun, Filsafat dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1978.
Hawwa Sa‘id, Jalan Ruhani, Bandung: Mizan, cet. VIII. 1999.
Muslim, Shahih Muslim, Terj: Makmur Daud, Juz 1. Jakarta: Wijaya, 1993
Arnel Iskandar, “Sejarah Kemunculan dan Perkembangan Tasawuf”, Yogyakarta: UIN Suska Riau Dan Cakrawala Media. 2013
Halim Abdul. “Cinta Ilahi, Studi perbandingan antara al-Ghazali dan Rabi’ah al- Adawiyah.” Tesis S2, Kerja Sama Program Pascasarjana IAIN “Syarif Hidayatullah Jakarta” dengan Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1995.
Rubaidi, “Kontekstualisasi Sufisme Bagi Masyarakat Urban”, Jurnal THEOLOGY, Vol. 30, No. 1, Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2019.
Van Martin Bruinessen, Julia Day Howell, Urban Sufism Sufisme Dan Modernitas, Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2008.
Nurcholish Madjid. Agama Di Tengah Sekularisasi Politik, 2017.
Sumartana. Etik Global, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 1999.
Agoes MD, ―Merebut Hati Umat Lewat Zikir; Serial Bagian III: K.H. Arifin Ilham‖, Femina Online. 1999.
Oman Fathurahman, Tanbih Al-Masyi, Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17, Bandung: EFEO & Penerbit Mizan,1999.
Al Mukaffi Abdurrahman, Rapot Merah Aa Gym, MQ di Penjara Tasawwuf, Jakarta: Darul Falah. 2003.
Zulkarnain Tengku, Salah Faham: Penyakit Umat Islam Masa Kini; Jawaban atas Buku Rapot Merah Aa Gym, (Jakarta: Penerbit Yayasan Al Hakim, 2004.
Zaki Nur‘aeni, Pesantren Daaruttauhid: Virtual Pesantren in the Global Era‖, tesis di Program Interdisciplinary Islamic Studies, Pascasarjana UIN Jakarta updated: terbit sebagai artikel berjudul "Daarut Tauhid: Modernizing a Pesantren Tradition" di Jurnal Studia Islamika , PPIM UIN Jakarta, Vol. 12 No. 3, 2005.
Adlin M. Sila, ‖Pusat Kajian Tasawuf (PKT) Tazkiyah Sejati‖, dalam jurnal Penamas Volume XVI, Nomor 2, tahun 2003.
Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara, 1999.
Moleong Lexi J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Umar Nasaruddin, Islam Fungsional Revitalisasi & Reaktualisasi Nilai-Nilai
Keislaman, Jakarta: PT. Elex Media Koputindo 2014.
Khaeruman Badri, Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur‟an, Bandung: Pustaka Setia, 2004.
Aminah Andi Nur, “Ayah Nasaruddin Umar Wafat, Pesantren Ikhlas Ujung Berduka,”dalam republika.co.id/berita/o4w8hp384/ayah-nasaruddin-umar-wafat-pesantren- al-ikhlas-ujung-berduka. Diakses pada 07 Maret 2021.
Khusnul Siti Khatimah, Gender Perspektif Pendidikan Islam Studi Komparasi Pemikiran Asghar Ali Engineer dan Nasaruddin Umar, Tulungagung: Akademia Pustaka, 2017.
Umar Nasaruddin, “Biografi Nasaruddi Umar,” dalam https://nasarud dinumar.id/ about-us/. Diakses pada 07 Maret 2021.
Lucky Nella, “Penafsiran Emansipatoris Dalam Al-Qur‟an Perspektif Pemimpin Nasaruddin Umar,” dalam Jurnal Marwah, Vol. 12 No. 2 Tahun 2013.
DOI: http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v9i2.9071
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexing by :

Jurnal Manthiq ini diterbitkan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..
__________________________________________________
MANTHIQ: JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia (0853-8130-5810)




