Akhak Dan Kejujuran Mahasiswa Perantau

Valentina Ramadhany

Abstract


Mahasiswa perantau menghadapi perubahan lingkungan sosial, ekonomi,       dan psikologis yang signifikan ketika tinggal jauh dari keluarga. Salah satu aspek moral yang paling diuji dalam kondisi tersebut adalah kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kejujuran mahasiswa perantau, faktor yang memengaruhinya, serta strategi yang digunakan untuk mempertahankan kejujuran dalam berbagai situasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap tiga informan perempuan berusia 19–21 tahun yang tinggal di kos dan berstatus sebagai mahasiswa perantau. Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk menghasilkan tema-tema utama yang merepresentasikan pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran mahasiswa perantau muncul dalam tindakan konkret sehari-hari, seperti membayar sesuai jumlah belanja, mengembalikan barang pinjaman, serta transparansi dalam penggunaan uang kepada orang tua. Namun, kondisi perantauan juga menghadirkan tantangan moral, seperti rasa lebih bebas untuk berbohong karena ketiadaan pengawasan, tekanan finansial, dan pengaruh teman sebaya. Dalam menghadapi tantangan tersebut, mahasiswa menerapkan strategi pengaturan diri, misalnya menjatah pengeluaran harian, berdiskusi dengan teman dekat, dan meningkatkan kesadaran terhadap konsekuensi perilaku. Kejujuran juga diperkuat oleh pengalaman emosional, seperti rasa senang setelah bersikap jujur dan rasa kapok akibat dihukum saat ketahuan berbohong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejujuran mahasiswa perantau merupakan hasil interaksi antara nilai moral, self-regulation, pengaruh sosial, dan pengalaman emosional. Kejujuran berfungsi sebagai kemampuan adaptif yang membantu mahasiswa mempertahankan hubungan sosial, mengelola keuangan, dan membangun kepercayaan dalam kehidupan perantauan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pendidikan karakter, literasi finansial, serta dukungan lingkungan sosial di perguruan tinggi. Temuan ini juga membuka ruang untuk penelitian lanjutan dengan cakupan informan yang lebih beragam dan pendekatan metodologis yang lebih luas

 


Keywords


Mahasiswa,perantau,kejujuran,adaptasi moral

Full Text:

PDF

References


Ariana, Y., & Satwika, P. A. (2022). Pendidikan karakter dan kecurangan akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Mandala, 6(2), 57–72.

Bandura, A. (2006). Toward a psychology of human agency. Perspectives on Psychological Science, 1(2), 164–180.

Baumeister, R. F., & Heatherton, T. F. (1996). Self-regulation failure: An overview. Psychological Inquiry, 7(1), 1–15.

Charmaz, K. (2006). Constructing grounded theory: A practical guide through qualitative analysis. Sage.

Charmaz, K. (2006). Constructing grounded theory: A practical guide through qualitative analysis. SAGE.

Corbin, J., & Strauss, A. (1998). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (2nd ed.). Sage Publications.

Corbin, J., & Strauss, A. (1998). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (revised ed.). Sage Publications.

Eisenberg, N. (2000). Emotion, regulation, and moral development. Annual Review of Psychology, 51, 665–697.

Guo, Z. (2021). Honesty-Humility and unethical behavior in adolescents. Personality and Individual Differences. (ringkasan/hasil diskusi relevan untuk motivasi moral).

Guo, Z. (2021). Honesty–humility and unethical behavior in adolescents. Personality and Individual Differences, 171, 110–123.

Hendawan, M. H. A. (2023). Financial self-control in students (case study). Proceedings UMS / ICEISS. (contoh studi manajemen finansial mahasiswa).

Hendawan, M. H. A. (2023). Financial self-regulation among Indonesian students. Proceedings of ICEISS, 1–7.

Hoffman, M. L. (2000). Empathy and moral development: Implications for caring and justice. Cambridge University Press.

Putri, A. M., & Lestari, S. (2021). Integritas akademik mahasiswa di era digital: Tantangan dan strategi pencegahan. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 112–129.

Rahman, D. & Yusuf, M. (2023). Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku akademik mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(3), 221

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self-control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personality, 72(2), 271–324.

Ulfa, F., Raudatussalamah, R., Salmiyati, & Miftahul Jannah, P. (2024). Hubungan efikasi diri terhadap integritas akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Jambi, 9(2).

Yue, C., et al. (2022). Peer appraisals and moral self-representation. Frontiers in Psychology, 13, 1–12.

Yue, C., et al. (2022). The influence of peers’ appraisals on moral self-representations. Frontiers in Psychology. (peran peers dalam moral development).




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i2.9936

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Valentina Ramadhany

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.