Penjelasan tentang Hubb an-Nafs dengan Bentuk Dakwah Bil Lisan pada Mahasiswa yang Merasa Kurang Percaya Diri di Bengkulu

Ersa Nur Khasanah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpercayaan diri pada mahasiswa melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam. Ketidakpercayaan diri menjadi salah satu isu psikologis yang banyak dialami mahasiswa, terutama ketika mereka berada dalam fase perkembangan yang menuntut penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial, budaya, dan akademik. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan yang pernah mengalami ketidakpercayaan diri secara signifikan. Data dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk menghasilkan pemetaan tema-tema utama yang lebih sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpercayaan diri pada mahasiswa dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor fisik, sosial, dan psikologis. Faktor fisik, seperti persepsi negatif terhadap warna kulit dan bentuk tubuh, menjadi pemicu awal terbentuknya rasa minder. Faktor sosial berupa bullying, komentar merendahkan, dan perbandingan sosial memperburuk kondisi psikologis mahasiswa dengan menciptakan tekanan interpersonal yang berulang. Sementara itu, faktor psikologis terkait internalisasi komentar negatif dan kecenderungan memikirkan pandangan orang lain menyebabkan munculnya kecemasan sosial dan perilaku menghindar. Dampak dari ketidakpercayaan diri terlihat pada menurunnya partisipasi dalam aktivitas akademik, terbatasnya kemampuan tampil, serta perasaan stagnan dalam perkembangan diri. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pendekatan psiko-spiritual melalui integrasi nilai Hubb an-Nafs dan dakwah bil lisan berpotensi membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri yang lebih sehat melalui proses penerimaan diri, penguatan nilai diri, dan komunikasi empatik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang holistik, mencakup aspek fisik, sosial, dan spiritual, untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Keywords


ketidakpercayaan diri, mahasiswa, bullying, citra diri, Hubb an-Nafs, dakwah bil lisan.

Full Text:

PDF

References


Alfaiz, A., Yandri, H., Kadafi, A., Mulyani, R. R., Nofrita, & Juliawati, D. (2019). Pendekatan Tazkiyatun An-Nafs untuk membantu mengurangi emosi negatif klien.

Amatullah, G., & Triatmo, A. W. (2023). Dakwah bil lisan dan religiositas generasi milenial.

Ardila, D. N., Seffria, & Ningsih, E. Y. (2025). Pengaruh self acceptance terhadap self confidence pada wanita dewasa awal yang mengalami body shaming.

Gulo, K., & Mansyur, R. (2023). Konsep cinta diri menurut St. Maximos the Confessor.

Harahap, A. C. P., Siregar, R. Y. H., & Panjaitan, R. A. (2022). Analisis kepercayaan diri remaja perempuan pesisir pantai.

Husna, R. R., & Sa’adah, N. (2023). Self-love dalam perspektif Islami: Menjaga kesehatan mental dan mengoptimalkan potensi.

Kuway, T. T. (2024). Upaya penerapan self-love untuk membangun karakter positif pada remaja di era Revolusi Society 5.0.

Lubis, U. R. U., Andy, S., & Utomo, W. W. (2024). Konsep self-love dalam membangun kemuliaan akhlak menurut Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di dalam QS. Al-Hasyr:18.

Nasution, M. A., Daulay, N., & Thacker, N. (2024). Peran bimbingan dan konseling membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi pada anak usia dasar.

Neff, K. D. (2011). Self-compassion: The proven power of being kind to yourself. HarperCollins.

Nurislamiah, M., Waqi’ah, G. N., & Wandani, R. C. P. (2024). Analisis dakwah bil lisan Habib Ja’far dalam menanamkan nilai moderasi dan toleransi pada podcast Close The Door.

Park, C. L. (2010). Making sense of the meaning literature: An integrative review of meaning making and its effects on adjustment to stressful life events. Psychological Bulletin, 136(2), 257–301. https://doi.org/10.1037/a0018301

Rahardjo, W., & Qomariyah, N. (2020). Academic stress and psychological well-being among Indonesian college students. Journal of Educational Psychology, 5(1), 22–35.

Rani, E. N., Sulistiawan, I., Yunita, R. D., Ifsyaussalam, R. A., Ariyani, V., & Wijaya, Y. D. (2022). Pentingnya self love serta cara menerapkannya dalam diri.

Repi, P. A., & Karim, P. A. (2024). Akhlak manusia terhadap dirinya, Allah SWT, dan Rasulullah SAW.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Syahallah, C. W., Ghassani, A., & Lidwina, M. (2023). Dampak standar kecantikan bagi perempuan Indonesia.

UNESCO. (2022). Youth mental health and post-pandemic education challenges in Southeast Asia. UNESCO Publishing.

Vogel, E. A., Rose, J. P., Roberts, L. R., & Eckles, K. (2014). Social comparison, social media, and self- esteem. Psychology of Popular Media Culture, 3(4), 206–222. https://doi.org/10.1037/ppm0000047

Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140.

Kumar, V. L. (2020). Cyberbullying and adolescents. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(21), 1–12.

Markus, H., & Wurf, E. (1987). The dynamic self-concept: A social psychological perspective. Annual Review of Psychology, 38, 299–337.

Myers, T. A., & Crowther, J. H. (2009). Social comparison as a predictor of body dissatisfaction: A meta‐ analytic review. Journal of Abnormal Psychology, 118(4), 683–698.

Órfão, M. F. C. (2024). The impact of TikTok on the body image and self-esteem of adolescents. Comunicar: Media Education Research Journal, 32(1), 1–15.

Orth, U., & Robins, R. W. (2014). The development of self-esteem. Current Directions in Psychological Science, 23(5), 381–387.

Palermiti, A. L., Servidio, R., Bartolo, M. G., & Costabile, A. (2022). Cyberbullying and self-esteem in adolescents. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(4), 1–15.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill.

Tiggemann, M. (2022). Body dissatisfaction and adolescent girls: Causes, consequences, and the role of media. Psychology of Women Quarterly, 46(2), 210–225.

Tie, Y. C., Birks, M., & Francis, K. (2019). Grounded theory research: A design framework for novice researchers. International Journal of Qualitative Methods, 18, 1–11.

Voelker, D. K., Reel, J. J., & Greenleaf, C. (2015). Weight status and body image perceptions in adolescents: Current perspectives. Adolescent Health, Medicine and Therapeutics, 6, 149–158.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i2.9920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Ersa Nur Khasanah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.