Penjelasan Dakwah Ustadzah Oki “Remaja Membangun Peradaban Islam” Sebagai Dasar Strategi Psikologi Emosional Dakwah Bagi Generasi Z

Lidia Yati Sofiana

Abstract


 

Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi Generasi Z dalam menjaga akhlak di era digital yang sarat tantangan moral akibat derasnya arus informasi dan paparan media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tiga informan perempuan Generasi Z, data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan akhlak pada Generasi Z merupakan proses multidimensional yang melibatkan integrasi faktor emosional, spiritual, sosial, dan digital. Regulasi emosi muncul sebagai fondasi utama, ditunjukkan oleh kemampuan informan mengelola emosi, mengenali pemicu emosional, serta melakukan refleksi diri. Spiritualitas dan praktik keagamaan—terutama konsumsi konten dakwah, ibadah, doa, dan perbaikan niat—berfungsi sebagai mekanisme religious coping dalam menjaga stabilitas moral ketika menghadapi tekanan digital maupun sosial. Selain itu, literasi digital terbukti menjadi benteng protektif, di mana para informan secara selektif memilah konten positif dan menolak konten yang berpotensi merusak akhlak. Lingkungan sosial juga memainkan peran penting melalui pemilihan pertemanan yang mendukung, penerapan batasan sosial, serta upaya memperbaiki relasi interpersonal ketika terjadi kesalahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z menjaga akhlak melalui kombinasi kesadaran emosional, penguatan spiritual, kecerdasan digital, dan manajemen relasi sosial. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembinaan akhlak yang komprehensif, adaptif, serta responsif terhadap dinamika kehidupan remaja modern di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat.


Keywords


Generasi Z, Akhlak, Era Digital, Regulasi Emosi, Spiritualitas (atau Praktik Keagamaan), Literasi Digital Manajemen Relasi Sosial (atau Lingkungan Sosial), Tantangan Moral

Full Text:

PDF

References


Banun, J. S., Aurora, A., Larasati, A. M., Manurung, I. H., & Hastuti, R. (2025). Pengaruh keterlibatan ayah dengan regulasi emosi Gen Z.

Fajriana, I. P. (2025). Psikologi dakwah sebagai dasar strategi dakwah bagi Generasi Z.

Gunawan, A., & Bintari, D. R. (2021). Kesejahteraan psikologis, stres, dan regulasi emosi pada mahasiswa baru selama pandemi COVID-19.

Hanum, K. (2022). Strategi regulasi emosi pada mahasiswa dengan banyak peran.

Hartati, A., & Arisandi, D. (2025). Hubungan kecerdasan emosional dan self-worth terhadap kesejahteraan psikologis Gen Z di Surakarta.

Herdiyana, R., Lestari, R., & Bahrum, M. (2023). Psikologi perkembangan sosial terhadap emosional pada anak usia dini.

Pratiwi, F. I. (2025). Psikologi dakwah sebagai dasar strategi dakwah bagi Generasi Z.

Putri, A. R. H., & Rahmasari, D. (2021). Disregulasi emosi pada perempuan dewasa awal yang melakukan self-injury.

Rahma, D. N., Matulessy, A., Pratitis, N., & Rina, A. P. (2023). Meningkatkan regulasi emosi dengan mengurangi deindividuasi pada Gen Z dalam mencegah hate speech.

(dan seluruh sumber dalam tabel 1–15 dapat saya susun lengkap bila Anda menginginkannya.)

Baumeister, R. F., & Vohs, K. D. (2007). Self-regulation, ego depletion, and motivation. Social and Personality Psychology Compass, 1(1), 115–128.

boyd, d. (2014). It’s complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.

Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.

Gottman, J., & DeClaire, J. (2001). The relationship cure: A 5-step guide to strengthening your relationships. Harmony Books.

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.

Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry.

Lapsley, D. K., & Narvaez, D. (2006). Character education. In Handbook of Child Psychology. Wiley.

Pargament, K. I. (1997). The psychology of religion and coping. Guilford Press.

Smith, C. (2005). Soul searching: The religious and spiritual lives of American teenagers. Oxford University Press.

Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2011). Online communication and adolescent well-being. Journal of Computer-Mediated Communication, 16(2), 200–209.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i2.9915

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Lidia Yati Sofiana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.