Perkembangan Sosial Kognitif Anak Tuna Grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu

Mesal Sabilah, Yulia Puji Astuti, Aulia Sulistiyowati, Xsel Ramadhan Saputra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perkembangan sosial-kognitif seorang anak tuna grahita berinisial (S) dalam konteks pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi awal perkembangan (S) yang menunjukkan hambatan intelektual sejak masa bayi dengan skor IQ 62, yang berdampak pada keterlambatan proses belajar dan kesulitan beradaptasi secara sosial. Ketika berada di sekolah reguler, (S) mengalami penolakan dari lingkungan sosial, menarik diri dari pergaulan, dan tidak mampu mengikuti pembelajaran secara efektif. Keadaan ini menyebabkan rendahnya kepercayaan diri serta keterbatasan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengkaji perkembangan (S) secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi perilaku sosial dan proses belajar, serta dokumentasi hasil asesmen kecerdasan dan catatan perkembangan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah berpindah ke SLB, perkembangan (S) meningkat secara signifikan dalam aspek kognitif dan sosial. (S) mulai mampu mengikuti instruksi, menunjukkan kemampuan berhitung sederhana, melakukan interaksi sosial yang lebih positif, serta memiliki motivasi belajar yang lebih stabil. Lingkungan sekolah yang suportif, penggunaan strategi pembelajaran yang fleksibel, kegiatan berbasis aktivitas, serta dukungan emosional dan finansial dari keluarga menjadi faktor utama yang mempengaruhi peningkatan perkembangan (S). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan khusus yang tepat dan keterlibatan aktif keluarga menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-kognitif anak tuna grahita. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perbaikan praktik pendidikan inklusif dan intervensi psikopedagogis yang lebih efektif di masa mendatang.


Keywords


perkembangan sosial-kognitif, tuna grahita, studi kasus, SLB, dukungan keluarga.

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Courtade, G. R., Spooner, F., & Browder, D. (2007). Review of studies with students with significant cognitive disabilities. Research and Practice for Persons with Severe Disabilities, 32(4), 212–232.

Dirgantoro, K. N. (2025). Stigma sosial terhadap anak dengan disabilitas intelektual. UNIK: Jurnal Sosial.

Dirgantoro, K. N., & Rekan. (2025). Perspektif sosial anak berkebutuhan khusus di masyarakat. E-SOSPOL. Universitas Jember.

Estell, D. B., Jones, M. H., Pearl, R., & Van Acker, R. (2008). Peer groups, popularity, and social preference in children with and without learning disabilities. Journal of Learning Disabilities, 41(1), 5–14.

Febriyanti, F. (2013). Perkembangan emosional anak tunagrahita sedang kelas IX SMPLB di SLB Purnama Asih Bandung (Tesis). Universitas Pendidikan Indonesia.

Hakim, A. R. (2018). Mendorong perkembangan kognitif anak tunagrahita melalui permainan edukatif. Jurnal Ilmiah PENJAS, 4(3), 13–21.

Hallahan, D. P., & Kauffman, J. M. (2006). Exceptional learners: An introduction to special education. Pearson.

Identification and assessment of children with intellectual disability. (2024). Orthopaedagogia Journal. Universitas Sebelas Maret.

Janiga, S. J., & Costenbader, V. (2002). Transition from high school to postsecondary education for students with disabilities. Journal of Learning Disabilities, 35(5), 462– 470.

King, G., Law, M., King, S., Rosenbaum, P., Kertoy, M. K., & Young, N. L. (2003). A conceptual model of the factors affecting the recreation and leisure participation of children with disabilities. Physical & Occupational Therapy in Pediatrics, 23(1), 63–90.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mumpuniarti, M., Diniarti, G., Prabawati, W., & Suparno, S. (2021). Family nurture in the social skills development of children with intellectual disabilities through daily activities. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(3), 625–636. https://doi.org/10.21831/cp.v40i3.43984

Nazilah, K. (2025). Peningkatan keterampilan sosial anak tunagrahita ringan melalui metode bermain peran. Jurnal PLB. Universitas Negeri Yogyakarta.

Pengembangan potensi keterampilan sosial dan emosional pada anak tuna grahita melalui pelatihan khusus dan terapi kombinasi. (2025). ResearchGate.

Qotrunnajah, N., & Nadhirah, Y. F. (2022). Proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus tuna grahita di SLB Negeri 01 Pembina Pandeglang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD, 10(4). https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i04.5455

Riskayani, R. (2020). Terapi bermain cooperative puzzle play dalam meningkatkan keterampilan sosial anak tunagrahita sedang (6–12 tahun) (Tesis). Universitas.

Saputra, W. (2021). Pelaksanaan pembelajaran pada anak tuna grahita di Sekolah Luar Biasa Pangkalpinang. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 3(2), 82–91. https://doi.org/10.37216/badaa.v3i2.505

Sari, N. T. (2025). Analisis perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik anak tunagrahita. JIPP: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi.

Shogren, K. A., Luckasson, R., & Schalock, R. L. (2015). The role of conceptualizing disability in disability policy. Research and Practice for Persons with Severe Disabilities, 40(3), 195–210.

Somantri, S. (2012). Psikologi anak luar biasa. Refika Aditama.

Stimulasi aspek perkembangan sosial emosional anak tuna grahita melalui terapi aktivitas kelompok. (2024). JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 2847–2853. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3725

Sugiyono. (2022). Observasi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik pada siswa tunagrahita. JPIT, 9(5).

Telaumbanua, C. L. (2024). Peningkatan kemampuan seriasi pada anak tunagrahita ringan dengan media playdough (Tesis). Universitas Jambi.

Utami, S., & Admawati, E. (2025). Peningkatan keterampilan sosial dan kemandirian anak-anak tunagrahita melalui pelatihan kreatif dan inovatif. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 90–95.

Wati, G. M. (2012). Outbound management training (OMT) untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang. Educational Psychology

Journal, 1(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i3.9832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Mesa Mesal Sabilah, Yulia Puji Astuti, Aulia Sulistiyowati, Xsel Ramadhan Saputra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.