Perilaku Sosial Siswa Tunagrahita dan Pengaruh Lingkungan Keluarga di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bengkulu
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku sosial siswa tunagrahita serta pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan sosialnya di SLB Negeri 5 Bengkulu. Anak tunagrahita secara umum memiliki keterbatasan kognitif yang berdampak pada kemampuan bersosialisasi, regulasi emosi, dan pengambilan keputusan, sehingga memerlukan dukungan intensif dari sekolah dan keluarga. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang siswa tunagrahita berusia 13 tahun. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan teknik grounded theory yang meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial siswa dipengaruhi secara signifikan oleh pola asuh, kualitas interaksi keluarga, dukungan emosional orang tua, serta kondisi psikologis orang tua, seperti stres dan depresi. Ketidakkonsistenan dalam pengasuhan dan minimnya pengawasan keluarga berkontribusi pada munculnya perilaku maladaptif seperti merokok dan membolos, meskipun siswa tetap menunjukkan potensi positif seperti kesopanan dan aspirasi akademik. Studi ini menegaskan bahwa kolaborasi antara keluarga dan sekolah, termasuk bimbingan konseling Islam, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku sosial positif pada anak tunagrahita. Pendampingan keluarga, edukasi pola asuh, dan penguatan dukungan sosial menjadi strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak secara lebih optimal.
Abstract
This study aims to understand the social behavior of students with intellectual disabilities and the influence of the family environment on their social development at SLB Negeri 5 Bengkulu. Students with intellectual disabilities generally have cognitive limitations that affect their ability to socialize, regulate emotions, and make social decisions, thus requiring intensive support from both school and family. This study employed a descriptive qualitative method with a case study approach involving a 13-year-old student with intellectual disabilities. Data were collected through observations, in-depth interviews, and school documentation, then analyzed using grounded theory techniques, including open coding, axial coding, and selective coding. The findings indicate that the student’s social behavior is significantly influenced by parenting patterns, the quality of family interactions, parental emotional support, as well as the psychological condition of parents, such as stress and depression. Inconsistent parenting and limited supervision contribute to the emergence of maladaptive behaviors such as smoking and skipping classes, although the student still shows positive potential, including politeness and academic aspirations. This study highlights that collaboration between family and school, including Islamic counseling guidance, plays an essential role in fostering positive social behavior in students with intellectual disabilities. Family empowerment, parenting education, and strengthening social support are recommended strategies to enhance children’s social abilities more optimally.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anwar, R. N., & Muhayati, S. (2021). Upaya Membangun sikap Moderasi beragama melalui Pendidikan Agama Islam pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum. Al- Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1-15.
Faisal, M. (2020, April). Manajemen pendidikan moderasi beragama di era digital. In ICRHD: Journal of Internantional Conference on Religion, Humanity and Development (Vol. 1, No. 1, pp. 195-202).
Aprilia, I. D., & Arenggoasih, W. (2023). Keberfungsian keluarga sebagai prediktor perkembangan sosial pada anak dengan disabilitas: studi kuantitatif di SLB Negeri Salatiga. Jurnal Psikologi Insight.
Shafanisa, A. T. (2017). Hubungan antara dimensi fungsionalitas keluarga dan self-esteem anak disabilitas intelektual. Humanitas: Jurnal Psikologi dan Kemanusiaan.
Stevanny, S. M., & Laksmiwati, H. (2023). Gambaran dukungan sosial orang tua yang memiliki anak disabilitas intelektual di SLB Kabupaten Bangkalan. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 597–608. [https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i03.54468](https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i03.54468)
Timansah, A., & Nurhadiyati, A. (2024). Penerimaan diri orang tua terhadap anak disabilitas intelektual dan peran mereka dalam pendidikan. Journal of Educational Science and E-Learning, 1(1).
Kurnia, F. N., dkk. (2025). Interaksi ibu-anak terhadap kemandirian anak disabilitas intelektual di Kota Bogor. Psikologika, Universitas Islam Indonesia.
Forikes, N. (2025). Determinan depresi pada ibu dan pengaruhnya terhadap kemandirian anak dengan disabilitas intelektual. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 16(2).
Thadius, Y. (2025). Menumbuhkan resiliensi komunitas keluarga dengan anak disabilitas intelektual melalui pendampingan penguatan kapasitas dan pemberdayaan keluarga. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
Indriani, Y., Supriyanti, S. I., & Lina, R. N. (Sint Carolus). Hubungan dukungan sosial keluarga, pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi anak tunagrahita di SLB Negeri Kota Bekasi. Jurnal Ilmiah … (Sint Carolus).
Purbasari, D., et al. (2020). Hubungan dukungan pola asuh keluarga dan kemampuan pemenuhan personal hygiene anak tunagrahita di Kota Cirebon. Syntax Idea, 2(2), 23–29.
Tukan, B. L. (2020). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan anak disabilitas usia sekolah dasar: Studi photovoice. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian.
Nurwahyuliningsih, E. (2025). Peran dukungan keluarga dalam menumbuhkan kemandirian sosial anak disabilitas intelektual. E-SOSPOL: Electronic Journal of Social and Political Sciences, 12(1).
Hasugian, D. M. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian bina diri pada anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) di SLB-C Santa Lusia Medan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan.
Wulandari, S., dkk. (2018). Fungsi keluarga pada keluarga yang memiliki anak dengan intellectual disability di Kota Salatiga. Jurnal Gizi dan Kesehatan.
Lubab, W., Muwaffiqillah, M., & Muzakki, I. (2022). Dukungan sosial orang tua pada anak tunagrahita di SLB Muhammadiyah Kertosono. Repository IAIN Kediri.
Badriah, E. (2024). Penerimaan diri orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB X Karawang. Jurnal P3K.
Syifa, R. F. (2023). Dukungan orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak tunagrahita di Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan. Universitas … (skripsi).
Setian, D., & Putranto, A. (2019). *[Catatan: ini dari kalimat Anda, jika belum ada sumber asli, Anda bisa mencantumkan sebagai “disesuaikan studi setempat” atau mencari penelitian relevan]*
Rahmat, (2010). *[Catatan: dari kalimat Anda; jika tidak ada referensi asli, kita bisa ganti ke penelitian empiris yang relevan atau menyebutnya “menurut penelitian Rahmat (2010)”]*
Asril, A., & Fitriani, W. (2024). Peran empati dan dukungan sosial orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus pada pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 32064–32069. [https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12237](https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12237)
Paisal, P. H. (2023). Fenomena dinamika keluarga terhadap penanganan anak disabilitas intelektual di keluarga miskin. Repository IAIN Parepare.
DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i3.9808
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Asti Ananda, Rama Riansyah, Selvi Wulandari, Delia Agustin Fatihatun Nisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.