Potret Kehidupan Sosial dan Aktivitas Sehari-hari Remaja Tunagrahita: Studi Kasus pada DM di Lingkar Barat Bengkulu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari seorang remaja tunagrahita berinisial DM yang tinggal di Lingkar Barat Bengkulu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kondisi kesehatan, pengalaman pendidikan, pola interaksi sosial, serta aktivitas ekonomi DM saling berhubungan dalam membentuk proses adaptasi dan kemandiriannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan DM dan keluarganya, observasi terhadap rutinitas harian, serta dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan DM yakni riwayat kejang sejak lahir dan adanya bekas operasi di bagian kepala memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan dan fungsi sosialnya. DM sempat menghentikan pendidikan pada kelas lima sekolah dasar akibat meningkatnya frekuensi kejang, dan kondisi tersebut turut mempengaruhi ruang gerak serta aktivitas sosialnya hingga masa remaja. Di sisi lain, aktivitas ekonomi berupa berjualan gorengan keliling menunjukkan adanya kemampuan adaptasi dan kemandirian fungsional DM. Aktivitas ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi ekonomi bagi keluarga, tetapi juga menjadi sarana bagi DM dalam melatih tanggung jawab, keterampilan komunikasi dasar, dan penyesuaian diri dalam lingkungan sosial. Dukungan keluarga, terutama dari ayah dan ibunya, menjadi faktor yang paling menentukan dalam proses adaptasi DM. Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas seperti kendaraan untuk berjualan, pengawasan kesehatan secara ketat, hingga dorongan emosional yang membantu DM tetap stabil secara psikologis. Namun demikian, penelitian juga menemukan bahwa DM menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti keterbatasan interaksi dengan teman sebaya dan pengalaman menjadi sasaran ejekan. Kondisi ini membuat ruang sosial DM cenderung sempit dan kurang mendukung pembentukan identitas sosial yang positif. Selain itu, pola tidur yang tidak teratur dan aktivitas berjualan hingga larut malam menimbulkan risiko bagi kesejahteraan fisiknya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kehidupan seorang remaja tunagrahita tidak terlepas dari pengaruh kuat aspek kesehatan, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya intervensi, pendampingan, serta program pemberdayaan remaja tunagrahita di tingkat komunitas.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, H. (2014). Strategi pemberdayaan anak penyandang tunagrahita pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pondok Sosial Kalijudan Surabaya. Publika.
Ambarsari, Y. (2017). Analisis interaksi sosial anak tunagrahita di SD Negeri Ngulon Progo
(Skripsi). Universitas.
Arifah, D. (2022). Interaksi sosial terhadap lawan jenis pada remaja tunagrahita ringan di SLB Bhakti Wiyata Kulon Progo. Widia Ortodidaktika.
Bossaert, G., Colpin, H., Pijl, S. J., & Petry, K. (2015). Loneliness, social isolation, and behavioral problems in students with special educational needs. Educational Psychology, 35(4), 466–481.
Bourke, J., Kavanagh, A., McKenzie, S., & Reeve, B. (2022). Social participation and community inclusion among young people with intellectual disabilities. Journal of Intellectual & Developmental Disability, 47(3), 215–228.
Chou, Y. C., Lin, L. C., & Chen, S. H. (2017). Family factors and quality of life among Taiwanese adults with intellectual disability. Journal of Intellectual Disability Research, 61(4), 343–353.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dirgantoro, K. N. K. (2025). Social stigma and perceptions toward children with intellectual disabilities. UNIK Journal.
Emerson, E., Hatton, C., Robertson, J., & Baines, S. (2016). Perceptions of bullying among children with and without intellectual disability. Journal of Applied Research in Intellectual Disabilities, 29(1), 1–10.
Hensel, E., Rose, J., Kroese, B., & Potier, E. (2019). Vocational engagement and independence skills in individuals with intellectual disability. Journal of Vocational Rehabilitation, 51(2), 151–163.
Hidayatul Hikmiyah, et al. (2025). Resiliensi keluarga millenial tunagrahita. Social Pedagogy Journal.
Ilmi Sabila, D. I. (2024). Kemandirian mengurus diri anak tunagrahita melalui teknik
modelling di SMPLB YPAC Jember. ….
Lestari, J. L. (2024). Adaptation of the Indonesian Version of the Stanford Social… ICobei Journal.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muchlis, S. N. A. (2025). Dukungan sosial keluarga terhadap orientasi masa depan anak tunagrahita di SKH An-Nur Tangerang Selatan (Tesis). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Purbasari, D. (2020). Dukungan pola asuh keluarga dan kemampuan pemenuhan personal hygiene anak tunagrahita di Kota Cirebon. Syntax Idea.
Rismawan, W., Ulfah, M., & Kurnia, A. (2023). Gambaran tingkat stres pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) di SLB Yayasan Bahagia Kota Tasikmalaya. JKMA.
Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). SAGE Publications.
Schalock, R. L., & Verdugo, M. A. (2012). A leadership guide for today's disabilities organizations: Overcoming challenges and making change happen. Brookes Publishing.
Septiana, Z. (2023). Efektivitas pelatihan kemandirian bagi remaja tunagrahita di Unit Pelayanan Disabilitas (UPD) YSI. UIN Syarif Hidayatullah.
Shattuck, P. T., Narendorf, S. C., Cooper, B., Sterzing, P. R., Wagner, M., & Taylor, J.
L. (2012). Postsecondary education and employment among youth with an intellectual disability. Journal of Autism and Developmental Disorders, 42(6), 1065–1079.
Solekah, A. B. (2023). Dinamika psikologis remaja disabilitas intelektual: karakteristik kognitif, sosial, dan adaptif. Aflah Jurnal Bimbingan dan Konseling.
Strauss, A., & Corbin, J. (1998). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (2nd ed.). SAGE Publications.
Tri, Y. D. Y., et al. (2017). Activity daily living (ADL) of young people with intellectual disability. Atlantis Press.
Tsaniyah, A. M., Azizah, S., Fahmy, Z., & Masfia, I. (2024). The impact of social stigma and adaptation strategies on adolescents with intellectual disabilities at Kinasih Inclusive Disability House. Jurnal Psikologi Tabularasa.
Wilson, M., O’Donovan, M., & MacDonald, B. (2020). Neurological conditions and their impact on learning and development. Developmental Medicine & Child Neurology, 62(6), 667–674.
Wong, P. K., Chiu, R., & Li-Tsang, C. (2020). Daily living skills and family support among adolescents with mild intellectual disabilities. Journal of Developmental and Physical Disabilities, 32(4), 521–538.
Wulandari, A. D. (2020). Studi deskriptif tentang pengembangan kemandirian anak
tunagrahita di Panti Sosial Binanetra Amal Mulia Kota … (Skripsi). IAIN Bengkulu.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.).
SAGE Publications.
DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i3.9790
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Nessa Ramadhani, Fixel Khairunaisa, Hedi Olivia Puspita, Hanif Abdur Rasyid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.