Menafsirkan Identitas Kolektif dalam Pantun Adat Minangkabau melalui Pendekatan Semiotika Budaya

Yosi Wulandari, M. Ardi Kurniawan, I Kadek Purnawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan identitas kolektif masyarakat Minangkabau sebagaimana tecermin dalam pantun adat melalui pendekatan semiotika budaya. Pantun, sebagai bentuk sastra lisan, tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan norma sosial, nilai religius, dan memori kolektif masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis pantun-pantun terpilih dari Pantun Adat Minangkabau karya N.M. Rangkoto (1982) melalui kerangka semiotika budaya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi simbol-simbol budaya, menafsirkan makna denotatif dan konotatif, serta menelaah peran simbol tersebut dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun adat Minangkabau memuat sistem tanda yang mengintegrasikan hukum adat dengan prinsip-prinsip Islam. Simbol-simbol seperti “adat”, “syarak”, “sembahyang”, dan “timbangan akal budi” berfungsi sebagai kode ideologis yang menegaskan etika keagamaan, harmoni sosial, serta nilai-nilai matrilineal yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Selain itu, pantun berperan sebagai medium naratif yang mentransmisikan nilai-nilai kolektif secara lintas generasi sekaligus merepresentasikan koeksistensi adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya dan sastra, khususnya dalam perspektif semiotika budaya, dengan menunjukkan bahwa pantun adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai teks ideologis dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Namun, penelitian ini masih terbatas pada penggunaan satu sumber teks tanpa melibatkan interpretasi masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi fungsi pantun dalam praktik sosial aktual serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini.

Keywords


Identitas kolektif; pantun adat Minangkabau; semiotika budaya

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman MBP. (2015). Harmonisasi Hukum Adat dan Hukum Islam Bagi Pengembangan Hukum Nasional. Al Mashlahah Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam Harmonisasi, 3(6), 369–376.

Akbar, T., Imelda, D., Prameswari, N. S., & Putri, S. M. (2022). Pengaruh Nilai Islam pada Visual Pakaian Pengantin Adat Minangkabau Kota Gadang. Andharupa: Jurnal Desain Komunukasi Visual & Multimedia, 8(2), 215–230. http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/andharupa/index

Albert, A., Iswantir, I., Ismail, F., & Zainir, Z. (2022). Gagasan Integrasi Nilai-Nilai Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) ke dalam Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada kurikulum Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(11), 1002–1013. https://doi.org/10.36418/japendi.v3i11.1286

Aldi, M., & Kawakib, A. N. (2025). Reconstruction of Islamic Education Philosophy in Minangkabau Customary Values: Actualizing the Principles of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 8(2), 1548–1557. http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Amin, I. (2022a). Implementasi Hukum Islam dalam Falasafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Minangkabau. Ijtihad, 38(2), 17–28.

Amin, I. (2022b). Implementasi Hukum Islam dalam Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Minangkabau. Ijtihad, 38(2), 17–18.

Putri, C. F., & Hikam, A. I. (2025). Representasi Budaya pada novel Arah Langkah karya Fiersa Besari: Kajian semiotika Roland Barthes. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 157–173. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1846

Chaniago, P. (2019). Representasi pendidikan karakter dalam Film Surau dan Silek (Analisis semiotik Ferdinand de Saussure). Journa of Islamic Education Policy, 4(2), 135–151.

Darmawan, H., Pramayoza, D., & Yusril. (2020). Makna budaya Minangkabau dalam Film Salisiah Adaik. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 138–144.

Elimartati. (2017). Integrasi Ajaran Budi (Akhlak Mulia) dalam Hukum Adat Minangkabau dan Hukum Islam. 2nd International Seminar on Education 2017 Empowering Local Wisdom on Education for Global Issue, 147–152.

Fatimah, R. P. S. N., & Franscy. (2021). Konteks Penuturan Pantun pada Adat Perkawinan Melayu Kepulauan Riau. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(1), 32–54. https://doi.org/10.15408/dialektika.v8i1.19818

Gozali, A., & Novriandi, R. (2024). Shalawat Dulang sebagai Media Dakwah Kultural di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar. Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam, 2(2), 162–173. https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865

Hakimy, I. (1994). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau (T. Surjaman, Ed.; Keempat). Remaja Rosdakarya.

Hamidah, R. N. (2022). Pemberontakan terhadap Belenggu Adat pada Novel Merantau ke Deli Karya Hamka dan Memang Jodoh Karya Marah Rusli. Metabasa, 4, 10–19. https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/mbsi/article/view/5257

Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). Teknik Pemeriksanaan Keabsahan Data dalam Riset Ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 70–78.

Ilma, & Andhoni, Y. (2024). Representasi dan Identitas Perempuan Minangkabau dalam Fotografi Masa Kolonial Tahun 1900-1942. Musãwa, 23(1), 1–21.

Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami Warisan Budaya dan Identitas Lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS (JPPI), 18(1), 77–85. https://doi.org/10.21067/jip.v18i1.9902

Ismail, I., Hendri, N., & Nurhakim, P. R. (2023). Minangkabau’s Doro Tradition: Coexistence of Customary Law and Islamic Law in Caning Punishment. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(1), 579. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i1.15904

Iswatiningsih, D., & Fauzan, F. (2021). Semiotika Budaya Kemaritiman Masyarakat Indonesia pada syair lagu. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(2), 214–228. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i2.18073

Izmi, N. (2019). Konsep Adat Basani Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dan Implikasinya pada Dunia Pendidikan. Alkarim, 4(2), 40–55.

Juliwansyah, J., Aliasar, A., & ... (2022). Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Budaya Masyarakat Minangkabau. Jurnal Kajian Ilmu , 3(1), 70–75. http://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/view/315%0Ahttp://journal.al-matani.com/index.php/jkip/article/download/315/229

Kanzunnudin, M. (2022). Analisis semiotik Roland Barhes paa puisi 'Ibu” karya D. Zamawi Imron (Semiotic Analysis of Roland Barthes at “Ibu” Poetry by D. Zawawi Imron). Sawerigading, 28(2), 83–200.

Kartini. (2023). Analisis Semiotik Roland Barthes dalam film Layangan Putus. Jurnal Cahaya Mandalika, 2, 294–3.

Kosasih, A. (2013). Upaya Penerapan Nilai-Nilai Adat Dan Syarak Dalam Penyelenggaraan. Humanus, XII(2), 107–119.

Lotman, Y. Mm. (1990). Universe of the Mind: A Semiotic Theory of Culture (The second World).

Mariana, M. (2024). Integration of Islam in the Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah in Minangkabau Society. Indonesian Journal of Islamic History and Culture, 5(2). https://doi.org/10.22373/ijihc.v5i2.5163

Miftahunir Rizka, & Asep Ramdan. (2022). Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Pitih Japuik dalam Perkawinan Adat Minangkabau Pariaman. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 43–48. https://doi.org/10.29313/jrhki.vi.900

Munir, M. (2013). Nilai-nilai pendidiKan dalam petatah petitih adat Minangkabau (Alternatif Membangun pendidiKan berkarakter). AL-Hurriyah, 95–104.

Navis, A. A. (1984). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Temprint.

Pertiwi, H. D., & Indarti, T. (2020). Wujud Budaya Minangkabau Dalam Novel Merantau Ke Deli Karya Buya Hamka (Kajian Antropologi Sastra). Jurnal Sapala, 7(1), 1–10. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/35331%0Ahttps://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/35331/31417

Purwanto, W. E., & Wulandari, Y. (2019). Libasuttaqwa in The Poem of Sidi Djamadi: A Hermeneutic Study of Paul Ricoeur. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Seni, XX(2), 99–111.

Rahmi, A. (2023). Nilai-Nilai Budaya dan Adat Minangkabau dalam Novel Tambo: Sebuah Pertemuan Karya Gus TF Sakai. Jl. R.Mangun Muka Raya, 05(04).

Rangkoto, N. M. (2011). Pantun. Jakarta: Balai Pustaka.

Sunliensyar, H. H. (2022). Warisan Budaya Pantun dalam Manuskrip Surat Incung. Manuskripta, 12(2), 251. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v12i2.218

Suryami. (2014). Konsep Kepimpinan Dalam Tambo Minangkabau (Leadership Concept in Tambo Minangkabau). Kandai, 10(2), 203–215.

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data dalam Penelitian Ilmiah. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim

Wati, F. (2024). Tradisi Maisi Sasuduik dalam Perkawinan Masyarakat Minangkabau: Studi Interaksi Adat dan Hukum Islam. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 370–391. https://doi.org/10.47476/as.v6i1.380

Wimra, Z. (2020). Keterlibatan Tuanku dalam Pergesekan Idenitas Adat, Agama, dan Negara di Minangkabau. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 20(1), 69–92. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/analisis

Wulandari, Y. (2021a). Ajaran Adat dalam Pantun Adat Minangkabau (1st ed.). K-Media.

Wulandari, Y. (2021b). Ajaran Adat dalam Pantun Adat Minangkabau. Yogyakarta: K-Media.

Wulandari, Y., & Merawati, F. (2022). Ajaran Berbudi dalam Sampiran Pantun Adat Minangkabau Karya N.M. Rangkoto. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Seni, 23(2), 124–140. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/komposisi.v23i2.119377

Yustim, Nelisma, Y., Silvianetri, & Mazida, Y. (2022). Larangan Perkawinan Sesuku dalam Budaya Minangkabau dan Implikasinya Terhadap Konseling Budaya. Jurnal Sekretari, 9(1), 8–16.

Zurnetti, A. (2021). Preventing Domestic Violence in West Sumatra Through Adat Criminal Law and Local Wisdoms. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 24(5), 1–8.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v8i1.8886

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yosi Wulandari, M Ardi Kurniawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id

Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed by:


DISASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini diterbitkan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0)