Konstruksi Identitas Kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024

Ahmad Abdul Karim, Djoko Saryono, Karkono Karkono, Nissa Vidyanita, Tia Istiana Potabuga

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi identitas kuliner Jawa Timur dalam Kumpulan Cerpen Festival Sastra Kota Malang 2024. Kajian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penelitian yang secara spesifik menempatkan kuliner sebagai konstruksi identitas regional dalam teks sastra kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan gastrokritik yang memandang makanan sebagai simbol kultural. Sumber data berupa empat cerpen terpilih dalam antologi Jelajah Cita Rasa. Teknik analisis data melalui pembacaan kritis-hermeneutik dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan nasi gegog, nasi golong, rajamangsa atau petis, rujak cingur, dan jamu tradisional dikonstruksi bukan sekadar sebagai elemen latar, melainkan sebagai perangkat naratif yang membentuk karakter, menggerakkan konflik, dan merepresentasikan nilai ketahanan, spiritualitas, solidaritas komunal, serta transformasi sosial masyarakat Jawa Timur. Kuliner dalam empat cerpen Jelajah Cita Rasa berfungsi sebagai arena negosiasi identitas regional yang dinamis, tempat memori historis, relasi kuasa, dan praktik budaya direpresentasikan serta direinterpretasikan dalam konteks kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai medium produksi dan reproduksi identitas kultural melalui representasi kuliner lokal.

Keywords


Gastrokritik; identitas kuliner; Jawa Timur; konstruksi identitas; sastra kontemporer

References


Anantama, M. D., & Suryanto, S. (2020). Kuliner dan identitas keindonesiaan dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. ATAVISME, 2(23), 206–219.

Andriana, W. D., & Cahyo, A. A. R. (2025). Representasi Kearifan Lokal dalam Novel Tirai Menurun dan Relevansinya bagi Pelestarian Budaya. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 308–328. https://doi.org/10.29300/disastra.v7i2.6782

Anwari, I. R. M. (2023). Rujak Cingur: Narasi Historis Warisan Budaya Kuliner Populer Masyarakat Urban Surabaya. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 11–17.

Armet, A., Atsari, L., & Septia, E. (2024). Perspektif Nilai Budaya dalam Cerpen Banun Karya Damhuri Muhammad. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(2), 174–183. https://doi.org/10.29300/disastra.v3i2.3156

Ashley, B., Hollows, J., Jones, S., & Taylor, B. (2004). Food and cultural studies. Routledge.

Barry, P. (2017). Beginning theory: An introduction to literary and cultural theory. Manchester University Press.

Barthes, R. (2018). Toward a Psychosociology of Contemporary Food Consumption. In Food and Culture. Routledge.

Beoku-Betts, J. A. (1995). We got our way of cooking things: Women, food, and preservation of cultural identity among the Gullah. Gender & Society, 9(5), 535–555. https://doi.org/10.1177/089124395009005003

Binju, G. (2025). Eating the Archive: Food Recipes, Migrant Women, and Decolonizing Multiculturalism in Alibhai-Brown’s The Settler’s Cookbook. Anglia, 143(3), 560–578. https://doi.org/10.1515/ang-2025-0040

Brownlie, D., Hewer, P., & Horne, S. (2005). Culinary tourism: An exploratory reading of contemporary representations of cooking. Consumption Markets & Culture, 8(1), 7–26. https://doi.org/10.1080/10253860500068937

Counihan, C., & Van Esterik, P. (2013). Food and Culture . Routledge.

Culler, J. (2011). Literary Theory: a Very Short Introduction . Oxford University Press.

Damayanti, E., & Ambarwati, A. (2024). Representasi Lumbung Gastronomi Jawa dalam Cerpen dan Dongeng Minuman Nusantara Karya Suyitman. Indonesian Language Education and Literature, 2(9), 355–373. https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/article/view/16541

D’Sylva, A., & Beagan, B. L. (2011). ‘Food is culture, but it’s also power’: the role of food in ethnic and gender identity construction among Goan Canadian women. Journal of Gender Studies, 20(3), 279–289. https://doi.org/10.1080/09589236.2011.593326

Firmansyah, M. R., Setyoningrum, V. D., Nuraini, D., & Amalia, R. (2026). Representasi Kuliner Tradisional Nusantara dalam Novel Nonik Jamu Karya Rina Suryakusuma: Kajian Gastrokritik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 485–505. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i2.19744

Gadamer, H. G. (2013). Truth and Method. A&C Black.

Graham, B. (2014). Edible Identities: Food ss Cultural Heritage. Ashgate Publishing, Ltd.

Grey, S., & Newman, L. (2018). Beyond culinary colonialism: indigenous food sovereignty, liberal multiculturalism, and the control of gastronomic capital. Agriculture and Human Values, 35(3), 717–730. https://doi.org/10.1007/s10460-018-9868-2

Karkono, K. (2009). Perbedaan Makna Novel dan Film Ayat-Ayat Cinta: Kajian Ekranisasi. ATAVISME, 12(2), 167–180. https://doi.org/10.24257/atavisme.v12i2.168.167-180

Kuswantoro, E. B., & Karkono, K. (2022). Adonan Biang Tan de Bakker dalam Film Madre Karya Sutradara Beni Setiawan: Kajian Gastronomi. Journal of Language Literature and Arts, 6(2), 782–797.

Lawson Welsh, S. (2018). Culinary Cultures: Food and the Postcolonial. Journal of Postcolonial Writing, 54(4), 439–441.

Liliani, E., Mawaidi, M., Kusmarwanti, K., & Sayuti, S. A. (2025). Rekonstruksi Sosial dan Kultural Ken Dedes dalam Novel Indonesia Modern. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 483–498. https://doi.org/10.29300/disastra.v7i2.7724

Lo Monaco, G., & Bonetto, E. (2019). Social representations and culture in food studies. Food Research International, 115, 474–479. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2018.10.029

Maisyaroh, I., & Oktavia, S. (2019). Griya Boedaya: komoditas wahana berliterasi budaya sebagai wujud pengenalan budaya lokal di Jawa Timur. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 7(1), 33–48. https://doi.org/10.24198/jkip.v7i1.19428

Malada, C. A., Hartanto, D. D., & Sylvia, M. (2017). Perancangan visual branding Lontong Balap Pak Gendut sebagai kuliner khas Surabaya. Petra Christian University.

Maspul, K. A., & Almalki, F. A. (2023). Preserving local wisdom: Unaizah’s coffee culture and dates farming sustaining cultural heritage. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 2(6), 639–664.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Neuman, N. (2019). On the engagement with social theory in food studies: cultural symbols and social practices. Food, Culture & Society, 22(1), 78–94. https://doi.org/10.1080/15528014.2018.1547069

Nugraha, P. A., Triastuti, U. Y., Anas, M., Wulandari, P. P., Dahlan, N., & Irawan, J. A. (2025). Wisata Kuliner: Tantangan dan Peluang Gastronomi Indonesia. Star Digital Publishing.

Okech, R. N., & Timothy, D. J. (2023). Culinary traditions and heritage foods in Africa. In Cultural heritage and tourism in Africa (pp. 154–169). Routledge.

Parasecoli, F. (2014). Food, Identity, and Cultural Reproduction in Immigrant Communities. Social Research: An International Quarterly, 81(2), 415–439. https://doi.org/10.1353/sor.2014.0015

Parasecoli, F. (2019). Eating Power: Food, Culture, and Politics (pp. 129–153). https://doi.org/10.1007/978-3-319-94123-3_6

Partarakis, N., Kaplanidi, D., Doulgeraki, P., Karuzaki, E., Petraki, A., Metilli, D., Bartalesi, V., Adami, I., Meghini, C., & Zabulis, X. (2021). Representation and Presentation of Culinary Tradition as Cultural Heritage. Heritage, 4(2), 612–640. https://doi.org/10.3390/heritage4020036

Pazo, P. T. (2016). Diasporic tastescapes: intersections of food and identity in asian american literature (Vol. 8). LIT Verlag Münster.

Pollan, M. (2007). The omnivore’s dilemma: A natural history of four meals. Penguin.

Rahmawati, Z., & Wulandari, Y. (2024). Representasi Budaya dalam Novel Siri’ Karya Asmayani Kusrini: Kajian Sosiologi Sastra. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 134–147. https://doi.org/10.29300/disastra.v6i1.3314

Ricoeur, P. (1976). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. TCU Press.

Riswari, A. A., Pamuji, Y. I., Apriliyanto, G., Putra, F., & Wiwana, I. P. A. P. (2025). Makanan, Ingatan, dan Identitas: Kajian Kuliner Pecel dalam Novel Rahasia Salinem. Prosodi, 19(2), 213–220. https://doi.org/10.21107/prosodi.v19i2.29949

Rokhman, B. I., & Haswanto, N. (2024). Perancangan Website Kuliner Pecel Madiun Sebagai Media Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 4(1), 212–223. https://doi.org/10.57152/malcom.v4i1.1055

Rukmini, A. (2026). Makanan dan Minuman Tradisional Nusantara: Perspektif Sejarah, Budaya, dan Filosofi. Dunia Penerbitan Buku.

Saryono, D. (2003). Hermeneutika sebagai Piranti Analisis Dimensi Nilai Budaya (Dari) karya Sastra. Universitas Negeri Malang.

Saryono, D. (2008). Etika Jawa dalam Fiksi Indonesia: Representasi Nilai-Nilai Etis Jawa. Pustaka Kayutangan.

Saryono, D. (2009). Dasar Apresiasi Sastra. Elmatera Publishing.

Sofyan, M. A. (2020). Eksistensi megono sebagai identitas kultural: Sebuah kajian antropologi kuliner dalam dinamika variasi makanan global. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 45. https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1751

Sulton, A., & Nugroho, A. A. (2022). Representasi Makanan Nusantara dalam Kumpulan Puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra: Tinjauan Gastrokritik. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 17(1), 25–36.

Telfer, E. (2012). Food for Thought. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203002308

Tobin, R. W. (2002). What Is Gastrocriticism? Dix-Septieme Siecle, 217(4), 621–630.

Trisdayanti, N. P. E., & Kristiana, N. I. (2024). Perempuan Pemimpin: Membingkai Pariwisata Budaya Melalui Kuliner Sehat Dan Berkelanjutan. KAMALA.

Vester, K. (2015). A taste of power: Food and American identities (Vol. 59). Univ of California Press.

Wachidah, L. R., Subandiyah, H., Indarti, T., Ahmadi, A., & Yohanes, B. (2025). Identitas Kolektif dalam Cerita Rakyat Bertema Kuliner ASEAN: Kajian Gastronomi Sastra. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 307–326. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i1.17902

Wachidah, L. R., Sudikan, S. Y., & Ahmadi, A. (2025). Makanan Sebagai Representasi Tradisi Sosial dan Budaya : Kajian Gastrosemiotik Dalam Cerita Rakyat Kuliner. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 555–578. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i.19156

Wahyuningtyas, A. F., Raynangge, B. E., Murtono, D. A., Sidhi, M. F., Lana, F., Zaki, K. Q., Asmarani, P., Amir, R., Ashari, T., & Effendy, W. (2024). Jelajah Cita Rasa. Penerbit Pelangi Sastra.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v8i1.8294

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Ahmad Abdul Karim, Djoko Saryono, Karkono Karkono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id

Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia

Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed by:


DISASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini diterbitkan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0)