Reservatisme Madzhab Syafi’i: Dasar Epistemologis, Implikasi & Posibilitas Praktikal Dalam Masalah Darah Istihadzah
Abstract
Abstracts: The precautionary theory (al-naẓariyyah al-iḥtiyāṭ) is rarely found in classical fiqh references, although it serves as a fundamental basis in the legal construction of the Shafi'i school, particularly regarding issues of women's blood. However, this theory is suspected to be the reason why several practical rulings within the school appear burdensome. This article aims to examine the epistemological foundation of precautionary theory in the Shafi'i school, analyze its implications for the rulings on women's blood, and evaluate its practical applicability. Using a qualitative method that combines library research and fieldwork, along with an inductive analytical approach, this study explores the precautionary theory and tests its relevance through the lived experiences of women regarding its application in cases of istihāḍah. Data were collected through observation and interviews with 75 female students at three Islamic boarding schools (pesantren). The findings reveal that some Shafi'i rulings based on the precautionary theory appear difficult to apply, such as the ruling on mutaḥayyirah istihāḍah. On the other hand, there are rulings that are relatively easier to implement, such as the obligation to follow step-by-step procedures before prayer for mustaḥāḍah women. These findings indicate the necessity of a contextual approach in applying the precautionary theory, especially in cases involving the complexities of women’s daily lives.
Keywords: The precautionary theory in Shafi'i jurisprudence, the principle of precaution, irregular istihāḍah, women’s bleeding.
Abstrak: Teori reservatif (al-naẓariyyah al-iḥtiyāṭ) sangat jarang ditemukan dalam referensi fikih klasik, meskipun menjadi landasan utama dalam konstruksi hukum mazhab Syafi’i, khususnya terkait persoalan darah wanita. Namun, teori ini diduga menjadi penyebab mengapa sejumlah hukum praktikal dalam mazhab tersebut terkesan menyulitkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori reservatisme dalam mazhab Syafi’i secara epistemologis, menganalisis implikasinya terhadap hukum darah wanita, serta mengevaluasi kemungkinan penerapannya secara aplikatif. Dengan menggunakan metode kualitatif yang menggabungkan penelitian kepustakaan dan lapangan, serta pendekatan analisis induktif, penelitian ini mengeksplorasi teori reservatif dan menguji relevansinya melalui pengalaman perempuan terkait penerapannya pada kasus istihāḍah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap 75 santri di tiga pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian hukum fikih Syafi’i yang dibangun berdasarkan teori reservatif terkesan sulit diaplikasikan, seperti hukum istihāḍah mutaḥayyirah. Namun, di sisi lain, terdapat pula hukum yang relatif mudah diterapkan, seperti kewajiban menjalankan prosedur langkah-demi-langkah sebelum salat bagi wanita mustaḥāḍah. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan kontekstual dalam menerapkan teori reservatif, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan dinamika kehidupan perempuan.
Kata kunci: teori ihtiyāṭ dalam fikih Syafi’i, prinsip kehati-hatian, istihāḍah tidak beraturan, darah wanita.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Raysuni, Qutb. “Al-Taysir al-Fiqhi: Mashru’iyyatuh wa Dawabituh wa ‘Awa’iduh.” Beirut: Dar Ibn Hazm, 2007.
Alfatoni, Muhammad Aqil, Imelda Ni’matul Wasih, Mohammad Hikmal Akbar, dan Nadia Oktavia Nur Niba. “Sejarah Empat Madzhab Islam Dan Eksistensinya Di Indonesia.” Tarunalaw: Journal of Law and Syariah 2, no. 02 (2024): 138–50.
Amani, Rayyan Ulya, Suyudi Arif, dan Kholil M Nawawi. “Pandangan Para Ulama Tentang Darah Haid dan Darah Istihadhah.” As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 5, no. 2 (2023): 144–55.
Astuti, Dwi. “HUBUNGAN PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI DI BPM ANIK DESA SIDODADI: The Correlation Between Use of 3-Month Injectable Family Planning and Changes in The Menstrual Cycle at Anik Independent Midwife Practice, Sidodadi Village.” ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan 1, no. 1 (2023): 126–32.
Barakah, Ainun. “Istihadhah dan Problematikanya dalam Kehidupan Praktis Masyarakat.” Cendekia: Jurnal Studi Keislaman 1, no. 1 (2015): 1–15.
Hasanah, Uswatun. “Relevansi Materi Fiqhun Al-Nisa dalam Kitab Risalatul Mahid dengan Perkembangan anak SD/MI.” STAIN Ponorogo, 2015.
Ikhsan, Muhammad. “Sejarah Mazhab Fikih di Asia Tenggara.” Nukhbatul ’Ulum 4, no. 2 (2018): 20–39. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v4i2.39.
Irwan, Tasya Nursahadah. “PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB).” Miracle Journal of Health Sciences and Research 1, no. 1 (2024): 1–10.
Juharida, Azzah, Noor Cholis Idham, dan Nensi Golda Yuli. “Studi Kepustakaan Tersistem Desain Ruang Gender pada Masjid Berdasarkan Mazhab Utama dalam Islam.” Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan 21, no. 2 (2023): 207–26.
Larasati, Nurazizah, dan M Irfan Syaifuddin. “Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Risalatul Mahid Pada Santriwati Di Pondok Pesantren An-Nuur Kalierang Wonosobo Tahun 2022.” UIN Surakarta, 2023.
Maulina, Dina, Nur Hadian, Yull Astuti, dan Tonny Hidayat. “Penerapan Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Menentukan Hukum Darah Wanita.” In SENSITIf: Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, 629–42, 2019.
Musyafa’ah, Nur Lailatul. “Rekonstruksi Fiqh Pendarahan Pervaginam dengan Pendekatan Medis.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 8, no. 1 (2014): 168. https://doi.org/10.15642/islamica.2013.8.1.168-196.
OJO, Margaret Yemisi. “Patriarchal Ideologies on Women’s Menstrual Cycle: an Infringement on the Rights of Women,” n.d.
Rohmah, Anny Nailatur, dan Ashif Az Zafi. “Jejak Eksistensi Mazhab Syafi`i di Indonesia.” Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam 8, no. 1 (2020). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i1.6325.
Romdlon, Agus. “Pemahaman Ibu-Ibu Tentang Thaharah (Haid, Nifas, Dan Istihadhah):Studi Kasus Ibu-Ibu Jama’ah Muslimat Yayasan Masjid Darussalam Tropodo Sidoarjo.” Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial 12, no. 1 (2015).
Safi, Louay. The foundation of knowledge: A Comparative study in Islamic and western methods of inquiry. International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2014.
Setiawan, Wahyu, Azmi Siradjuddin, dan Liberty. “Telaah ulang wacana haid dan istihādah pada akseptor keluarga berencana.” Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan 19, no. 1 (2019): 103–23. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v19i1.103-123.
Widad, Sofiatul. “Konsepsi Saat Masa Menstruasi berdasarkan Perspektif Fiqih Dan Medis.” Oksitosin, Kebidanan IV, no. 1 (2017): 14–28.
إلياس بلكا. الاحتياط حقيقته وحجيته وأحكامه وضوابطه. 1 ed. Vol. 1. بيروت-لبنان: مؤسسة الرسالة, 2003.
الجصاص, أبو بكر. الفصول في الأصول. الكويت: وزارة الأوقاف, 1994.
العجوز, منير بن حسين. أحكام الطهارة عند النساء على مذهب الإمام الشافعي-الحيض والنفاس. Vol. 1. Dar Al Kotob Al Ilmiyah دار الكتب العلمية, 2009.
المالكي, محمد بن أحمد بن عرفة الدسوقي. حاشية الدسوقي. بيروت لبنان: دار الفكر, 1990.
المطيري, dan مسلم بن سلمي. “القواعد الفقهية التي ذكرها الإمام النووي في مقدمة كتابه المجموع. دراسة تأصيلية تحليلية تطبيقية.” مجلة کلية الشريعة والقانون بأسيوط 35, no. 1 (2023): 464–575.
المقديسي, ابن قدامة. المغني. الثاني. الرياض: دار عالم الكتب للطباعة والنشر والتوزيع, 1997.
النووي. المجموع شرح المهذب. Vol. 23. السعودي: مكتبة الإرشاد, 2008.
النووي, محي الدين. المجموع. الأولى. جدة: مملكة العربية السعودية: مكتبة الإرشاد, 1990.
عابدين, محمد أمين ابن. رد المختار بحاشية ابن عابدين. مصر: مصطفى البابلي, 1996.
عباسي, dan رضوان. “أثر مسلك الاحتياط الأصولي في ضبط الخلاف الفقهي,” 2017.
عبد الكريم قبول. فقه الحيض والنفاس على مذهب السادة المالكية. 1 ed. Vol. 1. مغرب: سلسلة مركز الإمام مالك الإلكلروني, 2020.
فضلاوي, فاطنة, بوقلقولة, dan عاشور/مؤطر. “فقه التيسير ملامحه ومقاصده.” جامعة احمد دراية-ادرار, 2020.
DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v10i2.7762
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
qiyas@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kec. Selebar Kel. Pagar Dewa Kota Bengkulu
(0853-8130-5810)
Indexing by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





