Analisis Hambatan Adopsi berdasarkan Teknologi Acceptance Model (TAM) bagi Masyarakat Prismatik (Studi Baznas dan Lazismu Pulang Pisau)

Kartini Kartini

Abstract


Abstracts:This study examines the paradox of the low adoption of digital zakat services such as QRIS and e-banking in Pulang Pisau Regency, despite the availability of technological infrastructure. Although FinTech innovations are designed to enhance the efficiency and transparency of zakat management, the mere presence of technology does not automatically encourage its use. Using a descriptive qualitative method through interviews with Amil and Muzakki from BAZNAS and LAZISMU Pulang Pisau, this research identifies two main categories of obstacles. First, micro-level barriers (TAM) include technical issues such as perceived ease of use, perceived usefulness, and the level of digital literacy among Muzakki. Second, structural and cultural barriers (Prismatic Theory) involve overlapping values between traditional and modern practices, rigid policy formalism, and strong societal preferences for direct face-to-face interaction in conventional zakat payments. The findings show that resistance to zakat digitalization is not solely due to technological limitations but is also significantly influenced by the sociocultural and spiritual values embedded in conventional zakat practices. Many Muzakki feel that receiving direct prayers from Amil and gaining a sense of reassurance through physical interaction are important aspects missing in digital transactions. In addition, infrastructural issues such as power outages and limited network access further worsen the situation and reinforce resistance. This study concludes that efforts to accelerate the digital transformation of zakat must be holistic. Strategies should not only enhance digital literacy and improve technological usability but also be sensitive to the sociocultural values of a prismatic society to ensure wider acceptance of innovation.

Keywords: Digital Zakat, TAM, Prismatic Society Theory, Technology Adoption, Value Overlap, FinTech.

 

Abstrak: Penelitian ini membahas paradoks rendahnya adopsi Zakat digital seperti menggunakan QRIS dan e-banking di Kabupaten Pulang Pisau, meskipun infrastruktur teknologinya sudah tersedia. Inovasi FinTech bertujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi zakat, namun ketersediaan teknologi tidak serta-merta mendorong penggunaannya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan Amil dan Muzakki BAZNAS serta LAZISMU Pulang Pisau, penelitian ini mengidentifikasi dua jenis hambatan utama. Pertama, hambatan mikro (TAM) mencakup isu teknis seperti kemudahan penggunaan (perceived ease of use), kegunaan yang dipersepsikan (perceived usefulness), dan tingkat literasi digital Muzakki. Kedua hambatan struktural dan kultural (Prismatik) meliputi tumpang tindih nilai antara praktik tradisional dan modern, formalisme kebijakan yang kaku dan preferensi masyarakat yang kuat terhadap interaksi tatap muka langsung (konvensional) dalam pembayaran zakat. Hasilnya menunjukkan bahwa resistensi terhadap digitalisasi zakat tidak hanya karena masalah teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial spiritual yang melekat pada zakat konvensional. Muzakki merasa kebutuhan akan doa langsung dari Amil dan mendapatkan rasa tenang melalui tatap muka merupakan aspek penting yang hilang dalam transaksi digital. Selain itu, kendala infrastruktur seperti pemadaman listrik dan terbatasnya jaringan turut memperburuk situasi dan memperkuat resistensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya percepatan transformasi zakat digital harus bersifat holistik. Strategi yang dibutuhkan tidak hanya mencakup peningkatan literasi digital dan perbaikan kemudahan teknologi, tetapi juga harus sensitif terhadap nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat prismatik agar inovasi dapat diterima.

Kata Kunci: Zakat Digital, TAM, Teori Masyarakat Prismatik, Adopsi Teknologi, Tumpang Tindih, FinTech.


Keywords


Digital Zakat, TAM, Prismatic Society Theory, Technology Adoption, Value Overlap, FinTech.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. Musa, ‘The Role of Digital Technology in Facilitating Zakat Collection and Distribution in the Modern Era’, Proceedings OnInternational Conference on Islam Education Management and Sharia Economics, 5 (2024), 651–64

Anggraini, Melyn, and Ersi Sisdianto, ‘Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Syariah Dan Peranannya Dalam Pengelolaan Dana Zakat, Infaq Dan Sedekah Dalam Persfektif Islam’, Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 2 (2024), 491–505

Badriyah, Siti malikhatun, Sistem Penemuan Hukum Dalam Masyarakat Prismatik, ed. by Maya Sari, Pertama (Jakarta: Sinar Grafika, 2016)

BAZNAS, LAPORAN MUZAKI / MUNFIK, 2025

Burhani, Rois, ‘Efisiensi Keuangan Organisasi Pengelola Zakat Untuk Optimalisasi Pengumpulan Dan Penyaluran Dana Zakat Infak Sedekah’, UIN Profesor Kiai Haji Saifudidin Zuhri Purwokerto, 2025

Dwiputra, Andika, and Juliana J, ‘Digitalisasi Zakat : Transformasi Pengelolaan Zakat Melalui Fintech’, 2025

Elmi, Ibnu, Ahmad Dakhoir, Jefry Tarantang, Hilyatul Asfia, and Erry Primadhany, Teori Hukum (Perkembangan Pemikiran Hukum Dan Aplikasinya Dalam Berbagai Kajian Dan Penelitian Hukum), ed. by Ramdani Wahyu Sururie (Yogyakarta: Penerbit K-Media, 2023)

Hidayatul Rohman, Agus, and ABdul Ghoni, ‘Analisis Penggunaan Qris Terhadap Potensi Implementasi Rupiah Digital Dalam Transaksi Zakat Di Lembaga Amil Zakat’, EKOMA, Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4 (2025), 6098–6109

Karmanto, Gina Destrianti, and Bimmo Dwi Baskoro, ‘Penggunaan Platform Crowdfunding Dalam Menyalurkan Zakat, Infaq, Dan Shadaqah (Zis): Studi Intensi Masyarakat’, Point: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 2 (2020), 1–15

Lazismu, DATA PEMBAYARAN ZAKAT (Pulang Pisau, 2025)

Musnaeni, and Annisa Ma’rifatul Khasanah, ‘Distribusi Zakat Sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan Dalam Praktik Lembaga Amil Zakat Di Indonesia’, Miftahul Ilmi, Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2 (2025), 89–100

Nikmatul Maula Pulungan, Tri Inda Fadhila Rahma, and Rahmat Daim Harahap, ‘Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Keuangan Syariah Di Sumatera Utara’, SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam, 6 (2023), 262–80

Putri, T M, and S Herman, ‘Pengaruh Model Penerimaan Teknologi Dan Literasi Keuangan Syariah Terhadap Niat Transaksi Zakat, Infaq, Dan Sedekah (ZIS) Berbasis Digital (Studi Kasus Jabodetabek)’, Al-Istimrar: Jurnal Ekonomi Syariah, 1 (2022), 186–214

Sukmawati, Heni, Iwan Wisandani, and Mega Rachma Kurniaputri, ‘Penerimaan Dan Penggunaan Muzakki Dalam Membayar Zakat Non-Tunai Di Jawa Barat: Ekstensi Teori Technology of Acceptance Model’, Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 9 (2022), 439–52




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v11i1.10843

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
qiyas@mail.uinfasbengkulu.ac.id

Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kec. Selebar Kel. Pagar Dewa Kota Bengkulu
(0853-8130-5810)

Indexing by :

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.