Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional: Analisis Ontologis dan Yuridis Normatif
Abstract
Abstracts: The protection of human rights in Indonesian criminal law is grounded in the ontological view of humans as legal subjects possessing inherent dignity, freedom, and fundamental rights. In this framework, criminal law positions individuals not merely as objects of regulation but as the central focus of legal norms and their implementation. KUHP seeks to integrate human rights principles through the reinforcement of legality, proportionality, and justice in criminal law norms. This study examines how human rights are regulated both substantively within criminal provisions and structurally within sentencing procedures. Employing a normative juridical method, the research analyzes statutes, legal doctrines, and court decisions to critically assess the position of human rights in national criminal law. The findings reveal that human rights protection within the KUHP remains dynamic and unfinished, requiring progressive interpretation and continuous legal reform to ensure alignment with the values of democracy, justice, humanity, and respect for human dignity.
Keywords: Human Rights; Criminal Law; National Criminal Code (KUHP); Legality and Proportionality; Criminal Law Reform; Death Penalty; Freedom of Expression.
Abstrak: Perlindungan hak asasi manusia dalam hukum pidana Indonesia didasarkan pada pandangan ontologis manusia sebagai subjek hukum yang memiliki martabat, kebebasan, dan hak-hak mendasar yang melekat. Dalam kerangka ini, hukum pidana menempatkan individu bukan hanya sebagai objek pengaturan tetapi sebagai fokus utama norma hukum dan implementasinya. Pemberlakuan KUHP berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip hak asasi manusia melalui penguatan legalitas, proporsionalitas, dan keadilan dalam norma hukum pidana. Studi ini meneliti bagaimana hak asasi manusia diatur baik secara substantif dalam ketentuan pidana maupun secara struktural dalam prosedur penjatuhan hukuman. Dengan menggunakan metode yuridis normatif, penelitian ini menganalisis undang-undang, doktrin hukum, dan putusan pengadilan untuk secara kritis menilai posisi hak asasi manusia dalam hukum pidana nasional. Temuan menunjukkan bahwa perlindungan hak asasi manusia dalam KUHP tetap dinamis dan belum selesai, membutuhkan interpretasi progresif dan reformasi hukum berkelanjutan untuk memastikan keselarasan dengan nilai-nilai demokrasi, keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Kata kunci: Hak Asasi Manusia; Hukum Pidana; KUHP; Legalitas dan Proporsionalitas; Reformasi Hukum Pidana; Hukuman Mati; Kebebasan Berekspresi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akbar, K., & Efendi, S. (2024). Criminal law and human rights: A study on the principle of human rights protection in Aceh Qanun No. 6 of 2014 on jinayat law. Dusturiyah, 14(2), 197. https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v14i2.25541
Al’butif, M. A. K., Ashurbekova, A., Mirzoyan, M., Romanov, E. M., & Zinnurov, A. (2022). Development of the Islamic system of protection of traditional human rights based on the principle of legal inclusion. Voprosy Istorii, 2022(1–2), 119–135. https://doi.org/10.31166/voprosyistorii202201statyi84
Anggara, B. H. (2023). Penegakan hukum HAM di Indonesia dalam perspektif paradigma keadilan hukum transendental. https://doi.org/10.31289/doktrina.v6i1.9045
Baan, B. B., Ginting, G., Putra, I., Lubis, A. F., & Miharja, M. (2024). The impact of legal policies on the enforcement of human rights in Indonesia. Jurnal Smart Hukum, 3(2), 166–178. https://doi.org/10.55299/jsh.v3i2.1116
Cahyani, G. T., Sholehah, S. B., & Salsabillah, H. (2023). Hukum pidana mati di Indonesia berdasarkan perspektif hak asasi manusia dan alternatif penegakan hukum. Deposisi, 1(1), 56–61. https://doi.org/10.59581/deposisi.v1i1.338
Cerrato, S. (2023). Globalization and human rights. In Globalization and law (pp. 281–310). Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781789908831.00022
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2023). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Pemerintah Republik Indonesia.
Dewanto, D. R., & Susanti, R. (2023). Hukuman mati menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam perspektif hak asasi manusia. Wijayakusuma Law Review. https://doi.org/10.51921/wlr.v5i1.239
Đukanović, A. (2024). International guidelines and standards concerning the support and protection of hate crime victims. https://doi.org/10.47152/palic2024.17
Febrianty, Y., Ishwara, A. S. S., Priambada, B. S., & Hulwanullah, H. (2023). The limitations of living law in Indonesian criminal law reform: An effort to realize justice. Jurnal IUS: Kajian Hukum dan Keadilan, 11(2). https://doi.org/10.29303/ius.v11i2.1232
Firman, A., Sinaga, R. S., & PA, R. B. Br. (2023). Perlindungan hak asasi manusia dalam sistem hukum pidana. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v1i4.746
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2022). Laporan tahunan Komnas HAM 2021. Komnas HAM.
Lubis, T. M. (2013). Search of human rights: Legal-political dilemmas of Indonesia's New Order, 1966–1990. PT Gramedia Pustaka Utama.
Malau, P. (2023). Tinjauan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru 2023. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2815
Morostes, A. F. (2024). Correlation between international regulations and domestic regulations in the field of human rights and freedoms. Beobhag Yeon’gu. https://doi.org/10.2478/jles-2024-0009
Morska, N. (2022). Ontology of human rights in today’s globalized world: The philosophical dimension. Revista Amazonía Investiga, 11(60), 264–271. https://doi.org/10.34069/ai/2022.60.12.27
Muhni, A., Basri, M., Rivanie, S. S., & Iskandar. (2025). Integration of anti-SLAPP in the reform of the Indonesian criminal procedure code in an effort to protect human rights. Sign Jurnal Hukum, 7(1), 437–453. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.485
Nabilla, T., Djaja, B., & Sudirman, M. (2024). Transformation of criminal law in Indonesia: An analysis of social rights protection through a qualitative descriptive approach. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 5(11), 3058–3068. https://doi.org/10.59141/jiss.v5i11.152
Ningsih, E. P. (2024). Protection of human rights in the investigation process of criminal offenses in Indonesia. 1(2), 6–12. https://doi.org/10.62872/g9297g96
Putri, J. T. (2024). Eksistensi living law sebagai perwujudan masyarakat adat dalam pembaruan sistem hukum pidana nasional. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i2.1080
Radhifan, R. (2024). Perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia di tingkat nasional dan internasional. Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan, 14(2), 89. https://doi.org/10.35194/jpphk.v14i2.4315
Rahman, A., Panjaitan, B. S., & Harahap, A. M. (2025). Tinjauan kritis terhadap ketentuan tindak pidana penghinaan presiden dalam KUHP baru dalam perspektif kebebasan berpendapat. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(3), 653–667.
Rambe, R. F. A. K., Sihombing, M. A. A., & Winata, N. P. (2024). Implikasi perlindungan hak asasi manusia dalam hukum pidana. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 11(1), 24–31. https://doi.org/10.31289/jiph.v11i1.11182
Rikiansyah, R., Septiawan, A., & Shanty, S. (2024). Kajian filsafat hukum terhadap perubahan paradigma hukum pidana di Indonesia: Dari pembalasan ke pemulihan. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4). https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2719
Saputro, M. E., Mukhoyyaroh, V. D., Febrianti, A., Tahir, M. S., Arifin, R., & Latifiani, D. (2023). Identification of international human rights principles in Indonesia’s new criminal code. Law Research Review Quarterly, 9(4). https://doi.org/10.15294/lrrq.v9i4.74125
Satrio, B. (2020). Perlindungan HAM dalam sistem hukum pidana nasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 123.
Syahda, V. S. (2023). Pengaruh implementasi hukum acara pidana terhadap perlindungan hak asasi tersangka dalam proses peradilan. Verdict, 2(2), 91–102. https://doi.org/10.59011/vjlaws.2.2.2023.91-102
Triadi, I., & Cahyono, M. P. (2025). Hukum internasional dalam perlindungan hak asasi manusia di era digital. Birokrasi, 3(1), 85–93. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v3i1.1829
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights).
Yogaswara, Y., Surwita, T., & Yustia, D. A. (2024). Implikasi penerapan hukum pidana adat dalam Pasal 2 KUHP terhadap asas legalitas dalam sistem hukum pidana Indonesia. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i3.2191
Zahra, R. A., Abdurrahman, L., & Husnoh, A. U. (2024). Tindak pidana pelanggaran hak asasi manusia berat sebagai kejahatan luar biasa di Indonesia. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2375
DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v10i2.10364
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
qiyas@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kec. Selebar Kel. Pagar Dewa Kota Bengkulu
(0853-8130-5810)
Indexing by :

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





