SEJARAH PEREMPUAN ISTANA MUGHAL: KIPRAH NUR JAHAN DALAM POLITIK DAN BUDAYA ISLAM DI INDIA ABAD KE-17

Pingkan Ayu Sekarwangi, Muhdi Muhdi

Abstract


Minimnya perhatian historiografi Islam terhadap peran perempuan dalam struktur kekuasaan Mughal menunjukkan adanya kesenjangan analisis yang selama ini lebih menonjolkan figur laki-laki seperti Akbar, Jahangir dan Shah Jahan. Artikel ini hadir untuk menawarkan perspektif baru dengan mengkaji kiprah Nur Jahan sebagai tokoh perempuan paling berpengaruh pada masa pemerintahan Jahangir (1605-1627 M). Khususnya dalam bagaimana ia memperoleh otoritas politik dan membentuk arah budaya serta spiritualitas Islam di India abad ke-17. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah budaya serta analisis teori peran sebagai kerangka untuk memahami negosiasi identitas, posisi dan fungsi sosial Nur Jahan di lingkungan istana yang bersifat patriarkal. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka menggunakan sumber primer seperti The Jahangirnama: Memoirs of Jahangir dan dokumen sezaman lainnnya serta sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah dan kajian kontemporer terkait politik dan budaya Mughal. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi historis dan historiografi sehingga menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika kekuasaan perempuan dalam sejarah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Jahan tidak hanya memainkan peran simbolik tetapi secara aktif mengintervensi kebijakan politik, struktur birokrasi, diplomasi dan produksi budaya istana. Artikel ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam Kesultanan Mughal perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari narasi sejarah Islam sekaligus membuka ruang bagi kajian yang lebih gender sensitif.


Keywords


Budaya Islam; Mughal; Nur Jahan; Perempuan Istana; Politik Islam

Full Text:

PDF

References


E-BOOK

Biddle, B. J.,"Recent Developments in Role Theory”, (Annual Review of Sociology, 1986).

Ellison Banks Findly, "Nur Jahan: Empress of Mughal India", (Oxford University Press, 1993).

Francis Gladwin, "The History of Jahangir", translate by Henry Beveridge (London: Royal Asiatic Society, 1909).

Jahangir, “The Jahangirnama Memoirs of Jahangi, Emperor of India”, terjemahan by Wheeler M Thackston, (New York: Oxford University Press, 1999).

John F. Richards, “The Mughal Empire (The New Cambridge History of India),” (Cambridge: Cambridge University Press, 1998).

Kuntowijoyo,“Metodologi Sejarah”, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003).

Muzaffar Alam & Sanjay Subrahmanyam,”The Mughal State, 1526-1750”, (Oxford University Press, 1998).

Najaf Haider,”Coins in the Name of Nur Jahan: Power, Gender and Sovereignty”, (Indian Economic and Social History Review, 2008).

Parshati Dutta,”Revisiting Nur Jahan’s Architectural Patronage”, (South Asian Studies, 2024)

Rekha Misra,”Women in Mughal India (1526-1748 A.D.)”, (New Delhi: Munshiram Manoharlal, 1967).

Ruby Lal,”Domesticity and Power in the Early Mughal World”, (Cambridge University Press, 2005).

THESIS OR DISSERTATION

Iftitah,”Kiprah Nur Jahan Dalam Perkembangan Dinasti Mughal Di India 1577-1645 M”, (Skripsi: Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, 2022).

JOURNAL ARTICLE

Asmarani, Laili, “Pendekatan Sejarah Budaya dalam Penelitian Islam Nusantara”, (Jurnal Kebudayaan Islam, 2023).

Cetinkaya, Murat,”A Methodological Approach to Content Analysis of Qualitative Data in Science Education”, (Pedagogical Perspektive, 2025)

Hamna Tariq, "THE EMPRESS BEHIND THE VEIL: NUR JAHAN'S SILENT SOVEREIGNTY AND CULTURAL RENAISSANCE (1611–1627)", (Journal of Applied Linguistics And Tesol, 2025).

Hidayat, M. Ridwan,”Dari Tradisional ke Postmodern: Perkembangan Historiografi Indonesia”, (SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2024).

Komor, Marcin & Karolina Grzyb,”Qualitative Content Analysis – A Research Method in Social Science”, (PrzegladBadan Edukacyjnych, 1013).

Nugroho, Bagus,”Penggunaan Naskah Kuno dan Arsip dalam Historiografi Indonesia: Suatu Tinjauan Kritis”, (Jamantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 2023)

Pratiwi, Hana,”Role Theory dalam Kajian Sosial dan Budaya”, (Jurnal Sosial Reflektif, 2024)

Rahayu, Putri,”Metodologi dan Historiografi Indonesia: Tantangan Indonesiasentrisme dalam Era global”, (Jurnal Sejarah Indonesia, 2024)

Subia Hashmat,”Cultural Contribution of Nur Jahan”, (GISRRJ Journal of Multidisciplinary Studies, 2023).

Suryadi, Dwi,”Heuristik dan Kritik Sumber dalam Penelitian Sejarah”, (Jurnal Penelitian Humaniora, 2023)

Waheed U. & Saima s.,”The Ascendancy of Women in Mughal Royalty”, (Cognizance Journal of Multidisciplinary Studies, 2024).

Wibowo, Satrio,”Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif: Konsep, Implementasi dan Tantangan”, (Jurnal Penelitian Sosial, 2023)

Wisnu Fachrudin,”Islam dan Akulturasi Budaya di India”, (Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 2023)

NEWS OR MAGAZINE ARTICLE

Mary Galloway, “Women at the Mughal Court: Perception & Reality,” exhibition catalogue (London: Francesca Galloway Gallery, 2021).




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/ttjksi.v10i2.9692

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Index By:

   

 

<a title="issuu" href="https://issuu.com/iainbengkulu" target