The Legal Pluralism Dilemma in Ulayat Land Certification: The Crisis of Communal Ownership in Minangkabau

Hospi Burda, Rahmad Hidayat, Fitri Yenti, Hamdanil Hamdanil, Zul Atril

Abstract


This article aims to conceptually analyze the dilemma of legal pluralism in the implementation of land certification policies and their impact on the existence of ulayat (communal) land in Minangkabau, which has historically been communal, matrilineally inherited, and governed through a customary legal system. Amid the state’s agrarian legal modernization, a significant research gap remains concerning how certification policies—centered on individualized land ownership—affect the communal ownership structure, social function of customary law, and the spiritual values of indigenous communities. This research employs a library-based method with an interdisciplinary approach, combining perspectives from customary law, national agrarian law, and Islamic law, specifically through the lenses of legal pluralism and maqâṣid al-syarîʿah. The findings indicate that certifying ulayat land under individual ownership not only weakens the authority of ninik mamak (customary leaders) as custodians of communal land but also degrades customary identity and accelerates the fragmentation of ownership into private holdings. Furthermore, no established legal model has been found capable of safeguarding communal land rights within Indonesia's current legal system. This study offers a responsive and contextual legal harmonization framework by integrating customary law recognition into land administration mechanisms and reinforcing the principle of al-milkiyyah al-musytarakah within the maqâṣid al-syarîʿah  paradigm to preserve ulayat land amidst growing agrarian liberalization.


Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual dilema pluralisme hukum yang muncul dalam implementasi kebijakan sertifikasi tanah terhadap eksistensi tanah ulayat Minangkabau yang secara historis bersifat komunal, diwariskan secara matrilineal, dan diatur melalui sistem hukum adat. Di tengah upaya modernisasi hukum agraria nasional, masih terdapat kesenjangan kajian terkait bagaimana kebijakan sertifikasi yang berorientasi pada individualisasi hak berdampak terhadap struktur kepemilikan kolektif, fungsi sosial adat, dan nilai-nilai spiritualitas masyarakat adat. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan interdisipliner, menggabungkan perspektif hukum adat, hukum agraria nasional, dan hukum Islam, khususnya melalui lensa teori pluralisme hukum dan maqâṣid al-syarîʿah. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi tanah ulayat atas nama individu tidak hanya melemahkan kewenangan ninik mamak sebagai pengelola tanah komunal, tetapi juga berpotensi mendegradasi identitas adat dan mempercepat fragmentasi kepemilikan yang bersifat privat. Selain itu, ditemukan bahwa tidak terdapat model hukum baku yang mampu menjamin keberlanjutan hak komunal dalam sistem hukum nasional. Artikel ini menawarkan sebuah formulasi harmonisasi hukum yang responsif dan kontekstual melalui integrasi pengakuan hukum adat dalam administrasi pertanahan, serta penguatan nilai al-milkiyyah al-musytarakah dalam kerangka maqâṣid al-syarîʿah, untuk menjaga keberlangsungan tanah ulayat di tengah liberalisasi agraria.



Keywords


legal pluralism; land certification; communal ownership; Minangkabau.

Full Text:

PDF

References


Adelia, Indah, Sri Wahyuni, and Tetty Marlina Tarigan. “Keunikan Hukum Waris Adat Minangkabau.” El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 1 (February 18, 2023): 73–79. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i1.3187.

Al-Qaradawi, Y. Fiqh Al-Zakāh: A Comparative Study of Zakah, Regulations and Philosophy in the Light of the Qur’an and Sunnah. Dar al-Taqwa, 1999.

Alamsyah, T. “Ketimpangan Agraria Dan Konflik Tanah Adat Di Indonesia,” 2023.

Alhafiz, M. “Sertifikat Komunal Sebagai Solusi Tengah: Menjembatani Legalitas Formal Dan Legitimasi Adat.” Jurnal Hukum Agraria Indonesia 4, no. 1 (2022): 91–110.

Antara, Y. “Perubahan Status Hukum Tanah Ulayat Dan Konflik Agraria Di Sumatera Barat.” Jurnal Hukum Agraria 8, no. 1 (2023): 45–61.

Auda, Jasser. Maqasid Al-Shari’ah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. Herndon, VA: The International Institute of Islamic Thought, 2008.

———. Maqāṣid Al-Sharīʿah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. International Institute of Islamic Thought. London and Washington: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2008. https://archive.org/details/Maqasid-Al-Shariah-as-a-Philosophy-of-Islamic-Law-Combined.

Auliya, Nurul, Rika Lestari, and Ulfia Hasanah. “Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Oleh Ninik Mamak Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 2, no. 3 (May 19, 2023): 200–210. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i3.515.

Az-Zuhayli, W. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu. Vol. 7. Damaskus: Dar al-Fikr, 2003.

Benda-Beckmann, F von, and K von Benda-Beckmann. “The Dynamics of Change and Continuity in Plural Legal Orders.” Journal of Legal Pluralism 38, no. 53–54 (2006): 1–44. https://doi.org/10.1080/07329113.2006.10756661.

Cipta, Hendra, Hatamari, Indrawati. “Halal Tourism in West Sumatra Province : An Implementation of Sharia Compliance and Minangkabau Custom.” Madania: Jurnal Kajian Keislaman 27, no. 2 (2023): 143–54.

Diradjo, Ibrahim Dt. Sanggoeno. Tambo Alam Minangkabau: Tatanan Adat Warisan Nenek Moyang Orang Minangkabau. Bukittinggi: Kristal Multimedia, 2009.

Farid, M, and F Aulia. “Menakar Pluralisme Hukum Dalam Pengakuan Tanah Adat.” Jurnal Ilmu Hukum Nusantara 3, no. 2 (2022): 165–84.

Hamzah, H, B Saiti, and G U Saefurrohman. “Islamic Perspective on Assets and Property.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 12, no. 2 (2023): 1551–66.

Hassan, S A, R A Rashid, and Z Z Zakuan. “The Preservation of Property in Maqasid Al-Syariah: With Special Reference to the Appointment and Duties of Wasi in Estate Administration.” International Journal of Law, Government and Communication 7, no. 29 (2022): 318–28.

Hooker, M B. Legal Pluralism: An Introduction to Colonial and Neo-Colonial Laws. Oxford: Clarendon Press, 1975.

Indonesia, Mongabay. “Tambang Wadas Jalan Terus, Pakar Hukum: Bukti Kegagalan Negara Lindungi Warga,” 2023. https://www.mongabay.co.id/2023/02/28/tambang-wadas-dan-kegagalan-negara/.

Irwan, Dedi. “Tanah Ulayat: Hukum Dan Sosial Budaya.” Jurnal Hukum Islam Dan Adat, 2020.

Kompas.com. “KPA: Proyek Strategis Nasional Jokowi ‘Lapar Tanah’, Picu 73 Konflik Agraria Sejak 2020.” Https://Www.Kompas.Com/Tren/Read/2023/01/16/110000365/Kpa-Proyek-Strategis-Nasional-Jokowi-Lapar-Tanah-Picu-73-Konflik-Agraria, 2023. https://www.kompas.com/tren/read/2023/01/16/110000365/kpa-proyek-strategis-nasional-jokowi-lapar-tanah-picu-73-konflik-agraria.

Lestari, I. “Revitalisasi Peran Ninik Mamak Dalam Pengelolaan Tanah Ulayat Di Era Modernisasi.” Jurnal Hukum Dan Adat Nusantara 6, no. 1 (2024): 77–94.

Minang, Jurnal. “Perjuangan Petani Menghadapi Konflik Agraria Di Pasaman Barat.” Jurnal Minang 5, no. 1 (2024): 55–66. https://jurnalminang.or.id/index.php/jm/article/view/407.

MUI Sumbar. “Majelis Ulama Indonesia.” Surat. Vol. 49, 2025.

Mutia, R. “Hegemoni Negara Terhadap Kepemilikan Komunal: Studi Kasus Tanah Ulayat Di Sumatera Barat.” Jurnal Masyarakat Adat Dan Hukum 5, no. 2 (2020): 142–58.

Oktaviani, A, and H Supriyadi. “Ketegangan Antara Hukum Negara Dan Hukum Adat Dalam Sertifikasi Tanah Komunal.” Jurnal Agraria Dan Pembangunan 9, no. 3 (2021): 213–30. https://doi.org/10.22146/jap.2021.9.3.213.

Putri, Selfi Mahat. “Kepemilikan Tanah (Adat) Di Minangkabau.” Titian: Jurnal Ilmu Humaniora 5, no. 2 (2021). https://online-journal.unja.ac.id/index.php/titian.

Rahmadani, Y, and R Wijaya. “Transisi Kepemilikan Komunal Ke Privat Dalam Sertifikasi Tanah Adat: Ancaman Terhadap Sistem Adat Minangkabau.” Jurnal Al-Manhaj 12, no. 1 (2023): 55–73.

Ramli, S. “Pluralisme Hukum Pertanahan Dan Ketidakhadiran Negara Dalam Pengakuan Tanah Ulayat.” Jurnal Hukum Ulayat 4, no. 2 (2023): 88–105.

Riswanda, A, and M Yuliani. “Erosi Otoritas Adat Akibat Sertifikasi Tanah: Studi Sosio-Legal Di Nagari Tuo.” Jurnal Antropologi Hukum Dan Adat 7, no. 2 (2025): 134–50.

Safitri, M. “Politik Agraria Dan Masa Depan Tanah Ulayat: Antara Perlindungan Dan Penghapusan.” Jurnal Hukum Lingkungan Dan Masyarakat 11, no. 2 (2023): 201–22.

Suparlan, P. “Ketimpangan Pengakuan Hukum Adat Dalam UU Cipta Kerja.” Jurnal Konstitusi Indonesia 18, no. 2 (2021): 301–19.

Syarif, H. “Legal Pluralism Dalam Pengelolaan Ruang Komunal.” Jurnal Hukum Dan Masyarakat 7, no. 1 (2019): 67–85.

Tempo.co. “Deretan Konflik Agraria Terbaru: Dari Rempang, Pohuwato, Hingga Seruyan.” Https://Www.Tempo.Co/, 2023. https://nasional.tempo.co/read/1777198/deretan-konflik-agraria-terbaru.

Wahyudi, W, and N Najmi. “Peralihan Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan Terhadap Tanah Ganggam Bauntuak.” Lambung Mangkurat Law Journal 4, no. 2 (2019): 190–202. https://doi.org/10.32801/abc.v4i2.90.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v29i2.8630

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________


Creative Commons License
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is published UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu and distributed with permission under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

Madania: Jurnal Kajian Keislaman
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia