Manfaat dari Berdoa dan Bersyukur dalam Kesehatan Mental

Naisyla Rahmadiah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, pengalaman, serta dampak praktik berdoa dan bersyukur terhadap kesehatan mental mahasiswa dalam konteks akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk menemukan pola makna dan kategori tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai doa sebagai bentuk komunikasi dengan Tuhan yang memberikan rasa aman, pengharapan, serta menjadi sarana coping ketika menghadapi tekanan akademik; sebagaimana diungkapkan partisipan “berdoa membuat hati lebih tenang dan menurunkan rasa cemas.” Sementara itu, rasa syukur dipahami sebagai bentuk refleksi diri dan apresiasi atas apa yang dimiliki, seperti pernyataan informan bahwa bersyukur berarti “menghargai apa yang sudah dimiliki.” Praktik berdoa dan bersyukur dilakukan terutama sebelum ujian, ketika menghadapi tugas sulit, dan saat mengalami tekanan emosional. Penelitian menyimpulkan bahwa doa dan rasa syukur berperan sebagai mekanisme spiritual coping dan self-regulation yang berdampak positif terhadap ketenangan emosional, optimisme, dan kesejahteraan mental mahasiswa. Dengan demikian, praktik ini memiliki potensi dikembangkan sebagai pendekatan pendukung kesehatan mental berbasis spiritual yang bersifat sukarela dan inklusif dalam lingkungan pendidikan tinggi.


Keywords


doa, syukur, coping spiritual, mahasiswa, kesehatan mental.

Full Text:

PDF

References


American Psychological Association. (2022). Stress in America 2022. APA Publishing.

Amaniey, M. D. (2022). Hubungan antara bersyukur dengan kesehatan mental pada mahasiswa.

Ayu, A. R., Putri, A., Nopiyanti, D., et al. (2022). Pengaruh doa terhadap coping stres pada manusia.

Christiawan, A., Sinaga, J., & Sinambela, J. L. (2023). Doa dan ucapan syukur dalam upaya mengatasi kekhawatiran di tengah pandemi COVID-19.

Hasanah, A. (2023). Psikologi gratitude: Manfaat bersyukur untuk kesehatan mental.

Istiqomah, I., & Azhan, A. (2022). Syukur dalam Al-Qur’an dan implikasinya pada kesehatan mental di masa pandemi.

Ningsih, S. C., Rahayu, I., Mutiara, et al. (2022). Efek positif berdoa bagi kesehatan mental manusia.

Purnomo, B., Yunisa, N. P., Septina, et al. (2022). Kekuatan doa terhadap kesehatan jiwa manusia.

Putri, P. R., Nurrahima, A., & Andriany, M. (2021). Efek syukur dalam kesehatan mental: A systematic review.

Rahmawati, M. N., Paradila, D., Maharani, A., et al. (2022). Dampak doa bagi kesehatan mental pada pemuda Muslim.

Wood, A. M., Froh, J. J., & Geraghty, A. W. A. (2010). Gratitude and well-being: A review and theoretical integration. Clinical Psychology Review, 30(7), 890–905.

World Health Organization. (2023). Mental health and young adults report 2023. WHO Press.

Diniz, G., et al. (2023). The effects of gratitude interventions: A systematic review and meta-analysis. Einstein (São Paulo).

Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: Experimental evidence for gratitude and subjective well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.

Froese, P. (2023). Prayer and mental well-being among university students. Journal of Religion and Health, 62(4), 1450–1462.

Geier, M. (2022). The emotional impact of gratitude journaling on university students. Applied Psychology: Health and Well-Being, 14(1), 95–110.

Hayward, R. D., & Krause, N. (2015). Religion and psychological resilience: The mediating role of religious coping. Social Science & Medicine, 138, 50–57.

Koenig, H. G. (2020). Religion and mental health: Research and clinical applications. Academic Press.

Pargament, K. I. (2011). Spiritually integrated psychotherapy: Understanding and addressing the sacred. Guilford Press.

Rosmarin, D. H., Pirutinsky, S., & Pargament, K. I. (2019). The role of religious coping in anxiety and depression. Journal of Affective Disorders, 257, 518–525.

Seligman, M. E. P. (2018). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Sumari, M. (2025). Gratitude-based intervention model for Muslim students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 267, 201–208.

Susanto, D. (2023). Managing academic stress through spiritual coping strategies. Proceedings of Islamic Psychology Conference, 2(1), 112–125




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v4i1.9912

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Naisyla Rahmadiah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.